Pengembara Cinta

Ditengah Gurun tak bertuan, seorang Insan mencari makhluk yang bernama Cinta. Ia berjalan tanpa tujuan. Meraung-raung bak anak singa kehilangan induk. Langkah tertatih, lesu mengglayuti tubuh. Sesak menyumpal kerongkongan.
Tidak berdaya. Payah. Ia sudah mengelilingi gurun yang luas itu, tapi belum juga ia temukan makhluk yang bernama cinta. Anak manusia ini kemudian singgah di sebuah pemberhentian. Untuk kemudian melanjutkan pencarian.
Kini ia mencarinya di taman yang Indah. Didalamnya dipenuhi beragam bunga, beraneka warna. Kupu-kupu dengan riang singgah diatasnya mengambil madu yang bunga suguhkan. Sisa-sisa embun yang menempel menambah elok suasana. Kicauan burung yang merdu bermain dan bersembunyi dipohon yang rimbun. Bahkan diantara mereka, ada yang tampak mesra dengan pasangannya. Menyanyikan lagu kebahagiaan. Suara gemercik air anak sungai yang mengalir didalamnya, serasa menyejukkan Raga. Angin dari gunungpun meniup dengan ramahnya. Membawa sejuk yang mendamaikan. Seakan ia mengatakan bahwa ia sangat bahagia. Tapi Insan itu belum juga menemukan makhluk yang bernama Cinta.

Ia kemudian melanjutkan perjalanan. Sekarang Ia berada di tengah laut yang membentang. Air laut yang membiru, tiupan angin menciptakan ombak-ombak kecil. Burung-burung camar asyik bermain diatasnya. Ikan-ikan berenang bebas di dalamnya. Rumput-rumput laut asyik bergoyang melambai dibelai arus yang lembut. Lumba-lumba susu meluncur ke udara berteriak tentang kedamaian. Perahu-perahu nelayan, dan kapal-kapal besar dengan leluasa berlayar dipermukaannya. Sesekali Ombaknya Ia hempaskan di bongkahan batu karang. Menerjang, menari dengan lembutnya. Menciptakan percikan dan genangan-genangan kscil. Tapi insan itu belum juga menemukan makhluk yang bernama cinta.
Kini ai berada dipuncak gunung tertinggi. Melihat pemandanagan yang menakjubkan. Melihat keramaian kota dengan gedung-gedung menjualang, ruas-ruas jalan yang disesaki dengan kendaraan. Melihat hijaunya bumi dangan pohon yang rimbun. Menatap awan yang berkejaran satu sama lain. Membuat langit menjadi marah karena tertutupi. Malihat sunrise yang menebarkan kehangatan. Tapi Cinta belum juga Ia dapatkan.
Hingga Ia Hampir berputus asa.
“Oh Cinta, dimanakah dirimu ? Bagaimanakah rupamu ? Sesungguhnya siapa dirimu ? Katanya engkau luas tak bertepi. Tapi mengapa gurun yang luas belum juga bisa mewakili namamu. Kata mereka engkau sangat indah. Tapi setiap keindahan yang saya temukan, mereka mengaku bukan dirimu. Kata mereka engkau ramah dan riang. Tapi mengapa mereka tetap membisu ketika aku menanyakan dirimu ? Kata mereka engkau tinggi, bisa menjangkau segalanya. Tapi mengapa mereka seolah tidak memperdulikanku ? Dan ternyata setelah saya cari tahu, Sama dengan diriku. Mereka juga sedang mencari dirimu.”
“Lalu dimanakah aku bisa menemukan dirimu ?”
Dan tiba-tiba sebuah makhluk berujar menjawab kegelisahannya.
“Disinilah aku bersemayam. Memberikan ketentraman dan kedamaian di setiap langkahmu. Memberikan rona kebahagiaan di raut wajahmu. Memberi cahaya disetiap gelapmu. Menciptakan senyum di setiap sedihmu. Menyabarkanmu disetiap marahmu. Menguatkanmu di saat engkau merasa lemah. Menjinakkanmu saat engkau mulai liar. Menjadikanmu insan berakhlak, sabar dan ikhlas”
“Inilah aku Cinta. Sebuah rasa yang dititipkan Rabbku di dalam Qalbumu”
Sekarang engkau telah mengetahui diriku. Manfaatkanlah diriku dalam segala kebaikan yang engkau lakukan. Jangan engkau menggunakanku untuk menentang perintah yang telah dititahkan kepadaku. Karena aku takut kepada Penciptaku. Hargailah diriku. Karena sesungguhnya karena akulah engkau akan menemukan dirimu.

0 komentar: