Sujudku Di Atas Selendangnya

Sujudku di atas Selendangnya di Fitri tahun ini
Berharap kehangatan pelukannya
Berharap mendengar tutur Cintanya
Berharap belaian lembut tangannya
Berharap manis senyumnya
Berharap putih berseri wajahnya
Berharap tulus kasih sayangnya

Ibu, Lebaran kembali lagi tahun ini
Tapi ada yang hilang, ada sekat & jarak yang jauh di antara kita
Ada dinding bumi pemisah yang tak mungkin mepertemukan kita
Alam Ruh dan Jiwa yang tak lagi Menyatu

Ibu, Biarkan aku bersujud diatas selendangmu
Supaya aku bisa merasakan hadirmu
Supaya aku bisa menatap wajahmu
Supaya aku bisa merasakan kecupan manis di dahiku

Ibu, maafkan aku karena tak mengunjungimu Lebaran ini
Aku tidak bisa membersihkan halaman rumahmu dari daun-daun kering dan rerumputan
Aku tidak sempat menyirami taman rumahmu dengan air mawar

Ibu, Aku hanya bisa mengirimkan doa untukmu
Sebagai bingkisan Cinta dan baktiku padamu
Semoga Allah menjadikanMu bidadari dalam SyurgaNya
Dan semoga di dalamnya juga kelak kita akan dipertemukan

LaNjUT......

Cerita di balik namaku

Buleigh Julius Seserat Dede Dilexco Makbul
Juliet Seserat Dede Dilexco Makbul
.......................................................
......................................................
Dede Tsabitul Misyaq Hafiz Makbul

Diatas itu adalah beberapa kandidat nama yang pernah diberikan Bapak menjelang kelahiranku. Ada 5 kandidat nama. Tapi yang beliau ingat sampai sekarang hanya tiga. Katanya, dua kandidat nama lainnya tidak lebih menyeramkan dari 2 nama teratas. Dan namaku yang sekarang, hanyalah alternatif terakhir. Itupun hanya karena faktor keberuntungan saja akhirnya aku mendapatkan nama itu.

Ceritanya panjang. Menjelang detik-detik kelahiranku, bapak sibuk mencarikan nama untukku. Dan itulah beberapa alternatif nama yang didapatkannya. Nama-nama ini pernah coba dikonsultasikan kepada kakekku. Bukan semuanya. Tapi sebagian. Hanya empat nama. Namaku yang sekarang, tidak masuk dalam nominasi nama yang diajukan. Nama yang tereliminasi. Apa yang terjadi ? Kakekku marah besar. Bahkan saking marahnya, Bapakku diacungkan golok ke arahnya.
“Kau ini. Kenapa kau mau berikan nama anakmu nama orang gila, nama aneh. Memangnya, kamu keturunan Yahudi ? Coba lihat namamu ! Nama itu juga doa tau !”
Tanpa pikir panjang, bapakku meninggalkan kakek tanpa berkomentar. Katanya, sempat merinding melihat golok itu. Karena selama ini, kakek tidak pernah main-main dengan apa yang dilakukannya.
Mendengar komentar dan kemarahan kakek, bapak tidak punya pilihan lain. Bapak kemudian memasukkan kembali namaku yang sekarang sebagai nominasi. Itupun dengan sangat berat hati. Karena keterpaksaan. Karena bapak masih lebih memilih salah satu nama diantara 4 nama yang lainnya.
Pusing bapak menentukan. Di satu sisi, bapak mengharapkan salah satu dari 4 nama menyeramkan itu. Di sisi lain, bapak terbayang dengan golok yang diacungkan kakek ke arahnya. Tidak ada istikharah. Tidak ada doa untuk menentukannya. Karena mungkin bapak sudah sangat yakin dengan 4 nama menyeramkan itu.
Bapak kemudian mendapatkan ide untuk menentukan salah satu diantara nama itu. Bapak menuliskan kelima nama di atas kertas yang berbeda. Kertas itu kemudian digulung dan dikocok layaknya arisan.
Setelah diundi dan dengan harap-harap cemas, ternyata nama yang keluar adalah nama yang paling tidak diharapkan oleh bapak. Namaku yang sekarang. Bapakku masih berat menerimanya.
Masih belum puas, nama itu diundi lagi. Dan hasilnya, namaku yang sekarang kembali terpilih. Bapak pusing. Karena nama yang tidak diharapkan kembali keluar.
Belum puas juga, bapak mengundi lagi nama itu. Dan bertekad, nama yang keluar kali ini itulah yang akan menjadi namaku. Setelah menarik napas panjang, bapak kemuadian mengocok kembali undian nama itu. Dan hasilnya sama. kembali, namaku yang sekarang keluar sebagai nama terpilih. Bapak pasrah. Dalam hati beliau berkata
“Mungkin memang ini nama terbaik untuk anakku. Nama yang semoga diberkahi oleh Allah”
Ketika aku bertanya kenapa ada nama-nama itu ? Bapak menjawab sambil tersenyum geli. Alasan yang pertama, Beliau ingin memadukan nama islami dengan nama yang aneh itu. Hanya mau mebuat orang pusing. Apakan saya Islam atau bukan. Karena diakhir nama aneh itu, ada nama bapakku. Makbul, yang didahului dengan nama-nama aneh.
Alasan yang kedua, bapak mengkhayalkan kelak setelah aku dewasa, aku akan menjadi TGKH besar. Atau minimal menjadi ustadz saja. Dan dengan nama itu, masyarakat akan bingung dan bertanya-tanya. Masyarakat terkecoh. Apakah saya benar-benar ustadz atau bukan, dengan struktur nama yang aneh itu. Dan bapak ingin memebuat fenomena seorang TGKH atau ustadz, memiliki nama seperti nama nasrani.
Alasan yang ketiga, nama-nama itu hanyalah pelesetan atau singkatan tanggal lahirku. Supaya mudah diingat. Dan itulah hasil dari pelesetan dan singkatan yang sesuai untuk itu.

LaNjUT......