Komunikasi Sebagai Ilmu

Onong (2001), istilah komunikasi berasal dari kata latin, yaitu communicatio, yang bersumber dari kata communis yang berarti sama. Maksudnya, maknanya sama. Misalkan, jika dua orang bercakap-cakap, maka percakapan mereka dikatakan komunikatif bila keduanya, selain mengerti bahasa yang digunakan, juga mengerti makna dari bahan yang dipercakapkan. Selain itu, komunikasi juga bersifat persuasif.
Untuk menjawab komunikasi adalah sebuah ilmu, Keith Brooks (1967), menyatakan bahwa communicatilogy atau ilmu komunikasi merupakan integrasi prinsip-prinsip komunikasi yang diketengahkan para cendikiawan berbagai disiplin akademik. Komuniksi juga berartisuatu pilsafat komunikasi yang realistis, suatu program riset sistematis yang mengkaji teori-teorinya, menjembatani kesenjangan dalam pengetahuan, memberikan penafsiran, dan saling mengabsahkan penemuan-penemuan yang dihasilkan disiplin-disiplin khusus, serta program-program riset. Department of University fo Hawaii dalam penerbitan yang dikeluarkan secara khusus menerangkan bahwa : Communication as a social science. Dalam penerbitan itu diberikan contoh-contoh untuk membuktikan bahwa komunikasi adalah sebuah ilmu. Berdasarkan hal itu, para mahasiswa diberikan mata-mata kuliah mengenai asas, teori, struktur, dan perkembanagan strategi komunikasi untuk tujuan-tujuan sosial selanjutnya. Demikianlah beberapa hal yang menunjukkan bahwa komunikasi adalah ilmu, dan ilmu komunikasi itu termasuk ke dalam ilmu sosial yang meliputi : Interpersonal Communicatioan, Intrapersonal Communication, Group Communication, mass communication, intercultural Communication, dan sebagainya.
Onong mengutip, bahwa Devito (1978) telah memaparkan betapa luasnya aktivitas komunikasi. Komunikasi adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang atau lebih, merupakan aktifitas penyampaian dan menerima pesan, yang mengalami distorsi karena adanya gangguan, dalam suatu konteks, yang menimbulkan efek dan kesempatan untuk arus balik. Oleh karena itu, aktivitas komunikasi meliputi komponen-komponen sebagi berikut : konteks, sumber, penerima, pesan, saluran, gangguan, proses penyampaian atau proses encoding, penerimaan atau proses decoding, arus balik dan efek. Unsur-unsur tersebut agaknya paling esensisl dalam setiap pertimbangan mengenai aktivitas komunikasi.
Penjelasan bahwa ilmu komunikasi mempunyai hubungan dan manfaat bagi ilmu lainnya dapat mengambil contoh ilmu komunikasi. Dengan menggunakan ilmu komunikasi, disiplin-disiplin ilmu yang lain seperti Ilmu Akuntansi bisa menjadi lebih berkembang dan dalam prakteknya dapat digunakan secara luas. Dengan menggunakan ilmu komunikasi, kita bisa memaksimalkan kegunaan ilmu akuntansi. Ilmu komunikasi mempunyai peranan penting dalam pengembangan ilmu-ilmu lain, bukan Cuma akuntansi. Pengembangan ilmu komunikasi secara tepat akan memberi manfaat yang besar dalam kelangsungan ilmu lainnya.
Berdasarkan uraian diatas, lingkup komunikasi, oleh Onong (2000) diikhtisarkan atas berbagai aspek :
a. Komponen Komunikasi
Menurut Kotler (2000), komunikasi terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :
• Pengirim (sender), yaitu pihak yang mengirim pesan
• Pesan (Message), merupakan gagasan atau ide yang disampaikan pengirim kepada penerima untuk tujuan tertentu
• Penerima (receiver), yautu pihak yang menerima pesan
• Media, yaitu sarana bagi komunikator untuk menyampaikan pesan kepada sasaran yang dituju
• Pengkodean (Encoding), proses untuk menjabarkan pesan ke dalam simbol
• Penerjemah (decoding), proses yang dilakukan oleh penerima pesan untuk menerjemahkan arti simbol yang dikirim sender.
• Tanggapan (respon), reaksi penerima setelah menerima pesan
• Umpan balik (feedback), yaitu bagian dari reaksi yang dikomunikasikan kembali kepada pengirim pesan.
• Gangguan (Noises), yaitu gangguan yang tak terduga selama proses komunikasi yang dapat mengakibatkan penerima pesan memperoleh pesan yang berbeda dari yang dikirimkan.
b. Proses Momunikasi
• Primer, yaitu proses penyampaian pikiran dan atau prose sesorang kepada orang lain dengan menggunakan simbol sebagai media.
• Skunder, adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama
c. Bentuk Komunikasi
• Komunikasi Persona, terdiri dari komunikasi intrapersona dan antarpersona
• Komunikasi Kelompok, terdiri dari kelompok kecil dan kelompok besar
• Komunikasi Massa, misalnya pers, radio, televisi.
• Komunikasi Medio, seperti surat, telepon, panflet, poster, spanduk, dan lain-lain.
d. Sifat Komunikasi
• Tatap muka (face to face)
• Bermedia (mediated)
• Verbal
• Nonverbal
e. Metode Komunikasi
• Jurnalistik (journalism)
• Hubungan Masyarakat (Public-relation)
• Periklanan (advertising)
• Pameran (exhibition/exposition)
• Publisitas
• Propaganda
• Perang urat saraf
• Penerangan
f. Teknik Komunikasi
• Komunikasi Informatif
• Komunikasi persuasif
• Komunikasi instruktif/koersif
• Hubungan manusiawi
g. Tujuan Komunikasi
• Perubahan sikap
• Perubahan pendapat
• Perubahan perilaku
• Perubahan sosial
h. Fungsi Komunikasi
• Menyampaikan informasi
• Mendidik
• Menghibur
• Mempengaruhi
i. Model Komunikasi
Menurut Jalaludin (2000), model komunikasi antara lain adalah
• Model jarum Hipodermik
• Model Uses and Gratifications
• Model Agenda Setting
• Model Difusi Informasi
j. Bidang Komunikasi
• Komunikasi Soaial
• Komunikasi Organisasional
• Komunikasi Perusahaan
• Komunikasi Politik
• Komunikasi Iternasional
• Komunikasi Antarbudaya
• Komunikasi Pembangunan
• Komunikasi Lingkungan
• Komunikasi tradisional

0 komentar: