Misteri di Balik Nama Adikku

AKTRIS MONIKA FAVORIT MAKBUL (Moni/Tris-P) - 18
AKTOR TENOR GELEGAR PETIR MAKBUL (Petir/Aktor-L) - 16
BALADA GRAVITASI ASMARA MAKBUL (Balada/Lada-P) - 14
GEMA GEMPA BADAI TSUNAMI MAKBUL (Badai/Tsunami-L) - 4

Mungkin semua akan kaget, tertawa, atau terperangah ketika membaca kalimat-kalimat di atas. Semua orang pasti tidak akan percaya kalau itu adalah sebuah nama manusia. Nama yang dimiliki oleh adik-adikku. Nama yang diberikan murni oleh bapakku. Akupun tidak tahu mengapa bapakku memberikannya nama seperti itu. Tapi mungkin itu adalah ilham yang Ia dapatkan dari profesinya sebagai Penulis dan pelawak tinggkat Provinsi. Dan Ibukku hanya bersikap pasrah atas pemberian nama-nama itu. Terlebih diriku yang tidak bisa membantahnya.

Ketka aku ceritakan ini kepada teman-temanku dan banyak orang. Ekspresi yang pertama yang mereka munculkan adalah, membuka mulut lebar-lebar, mengeluarkan suara keras, dan bersiap untuk tertawa terpintal terbahak. Setelah itu, mereka menyatakan ketidak percayaan mereka atas nama-nama itu. Unik dan aneh, katanya. Tapi itulah faktanya.
Teman-temanku menganggap bahwa nama-nama itu akan menjadi masalah dalam diri adik-adik saya. Ketika ujian Nasional atau mengikuti SPMB, misalnya. Mana mungkin kolom penulisan nama cukup untuk memuat nama panjang seperti itu ? Atau ketika di sekolah atau kampus, pasti banyak yang mengolok atau dikerjai oleh teman-temannya yang lain. Ternyata perkiraan mereka salah. Sama seperti kita. Mereka enjoy-enjoy saja dengan nama yang mereka miliki.
Bahkan itu menjadi sebuah kebanggaan bagi mereka. Karena setiap memasuki wilayah-wilayah/kelompok-kelompok baru (sekolah, kampus, tempat kursus, dll), mereka pasti orang pertama yang paling cepat mendapatkan teman dan terkenal. Seandainya ada perlombaan untuk mendapatkan teman dalam waktu yang singkat, pasti mereka sudah memboyong banyak piala ke rumahku.
Apalagi bagi Bapakku (43). Dengan sangat PD beliau memperkenalkan nama anak-anaknya yang dianggap aneh oleh banyak orang. Ia menganggap itu adalah keluarbiasaan yang dimilikinya. Kreatif dan inovatif, katanya. Seni juga adalah alasan untuk menjawab pertanyaan-pertanyan seperti itu. Ekspresi teman dan kerabat bapakku juga sama dengan ekspresi teman-temanku ketika mendengarkan nama-nama itu.
Banyak orang, keluarga, termasuk saya telah menyarankan bapakku, bahwa nama itu juga adalah Doa. Kami memprotes, dan tidak setuju. Dengan sangat enteng beliau menjawab,
“Bukankah banyak orang yang bernama muhammad di awal namanya, salim, hasan, husein, rahmat, umar dsb (nama islami). Akan banyak kita temukan di sel-sel penjara karena tindakan kriminal, narkoba, pencurian, pemerkosaan, atau pembunuhan ?”
“jadi yang terpenting adalah bagaimana orang tua dan lingkungan mendidik mereka. Tidak akan mungkin didikan dan lingkungan yang baik akan menghasilkan anak-anak yang nakal, walaupun namanya seperti nama preman. Dan sebaliknya, walupun namanya adalah nama seorang nabi atau ulama, tapi keluarga dan lingkungan tidak pandai mendidik mereka untuk menjadi orang benar, maka namanya itu akan bertolak belakang dengan sifatnya dan prilakunya. Dan Alhamdulillah sampai hari ini anak-anakku tidak ada yang bermasalah dalam hal akhlak, sikap, sifat, dan prilakunya”
“Bukankah nama yang saya berikan kepada anak-anak saya juga adalah doa ? Bedanya adalah nama-nama itu tidak berasal dari bahasa arab. Nama-nama itu kalau kita cermati, sarat sekali akan makna. Seandainya nama-nama itu kita peruntukkan atau perhadapkan dengan keburukan-keburukan, pasti keburukan itu tidak akan sanggup melawannya. Bahkan mereka akan menyerah duluan ketika mendengar hentakan namanya”
Tapi mungkin hanya bapakku saja yang tahu makna-makna di balik nama-nama itu. Hehehe....
Saya juga kemudian menjadi heran. Banyak orang yang meledeki dan memprotes nama-nama itu. Tapi banyak juga orang atau keluarga yang meminta nama pada bapakku untuk anaknya yang baru lahir. Atau bahkan mengganti nama anaknya yang sudah ada.
Beberapa warisan nama yang diberikan oleh Bapakku kepada orang lain yang saya ketahui
GIGIH GIAT GETAR ALAM (GIGIH)
VISI AULIA ANNISA (VISI)
VIA LARA OBSESI (VIA)
SEVEN REMEN RAI PAMUNGKAS (SEVEN)
Bahkan, saya dengar saat ini beliau telah menyiapkan nama untuk kelahiran adikku yang baru. Kalau laki-laki,
RIUH GURUH GURU RUNTUH MAKBUL (GURU)
Beruntung saya menjadi anak pertama. Namaku agak islami sedikit. Walupun panjangnya tidak kalah dengan nama-nama yang lain
DEDE TSABITUL MISYAQ HAFIZ MAKBUL
Dan mungkin akan ada lagi nama-nama baru yang sejenis dengan nama-nama diatas. Tunggu saja !!!

LaNjUT......

Jeritan Bocah Palestina


Ayah...!!! Kata mereka kau penjahat
Walau sebenarnya kau bukanlah penjahat
Ayah...!!! Mengapa mereka jauhkan akau darimu
Mereka menangkapmu, tanpa memberi kesempatan untuk menciumku
atau mengusap air mata ibu
Ibu...!!! Aku melihat air mata di kelopak matamu setiap pagi
Apakah Palestina tidak berhak diberikan pengorbanan ?
Setiap hari aku bertanya pada matahari
Ibu, apakah ayah akan kembali pada suatu hari
Ataukah ia akan pergi selamanya hingga akhir Qiyamat
tanpa dapat mengusap air mata ibu yang terus menetes setiap hari
Wahai ayah, dimanakah engkau ?
Ooohh... Bayi-bayi yang terjajah
hari raya demi hari raya silih berganti
dan bayi-bayi terus terlahir
Dan para syuhada berguguran silih berganti
Tapi ayah masih dibelenggu di balik jeruji besi
Dalam sel sempit yang bahkan tak layak dihuni Budak
Kapan hari kemenangan dan kehancuran penjara-penjara itu ?
Malulah kalian..........!!!
Malulah kalian..........!!!
Aku ingin ayah pulang....!!!
Aku ingin ayah pulang....!!!

LaNjUT......

Kita dan Anak Palestina


Pernahkah kita merenungi, ketika kita mempunyai harapan. Memiliki cita-cita yang tinggi. Atau memiliki impian yang indah. Tiba-tiba semuanya buyar dan sirna. Harapan pupus, Cita-cita hanya anganan hampa, dan impian menjadi mimpi yang tidak terealisasi.Beginilah Sekarang Pemuda Palestina. Ada apa dengan mereka ? Bukankah mereka sama seperti kita ? Sama-sama memiliki naluri keunggulan, kemerdekaan, dan kebahagiaan.
Orang tua mereka yang seharusnya menghibur, menjadi pelindung dan penyemangat, tak mampu membuka mata lagi untuk anaknya. Mereka dibantai Sang negara Tiran. Sekolah-sekolah dan rumah-rumah mereka hancur berkeping rata dengan tanah. Tiada yang tersisa.
Mereka harus rela kehilangan semua itu. Kehilangan mimpi-mimpi tentang masa depan yang sudah lama dirajut lenyap bersama dentuman peluru dan hantaman Rudal Israel bangsa Penjajah. Dalam hitungan detik, ribuan harapan itu hilang. Sirna. Tiada berbekas.
Namun taukah kita, dibalik hilangnya mimpi-mimpi tentang masa depan itu, tumbuh semangat yang tinggi. Yang lebih tinggi dari sekedar peredaran awan di angkasa. Yang lebih terang dari sekedar cahaya matahari. Yang lebih luas dari sekedar luasnya sahara. Yang lebih dalam dari sekedar lautan atlantik. Yang lebih indah dari sekedar hayalan musim semi para pecinta.
Ya. Semangat itu tumbuh terpatri di dada pemuda Palestina bak Cawan di musim hujan. Tiba-tiba mimpi untuk bahagia, harus rela mereka gadaikan demi sejengkal tanah yang dirampas. Kehidupan damai yang diharapkan, harus mereka tukar dengan kematian. Kematian untuk menuju kehidupan yang lebih indah dan di sisi Rabbnya.
Kini mereka telah menjadi sosok-sosok dewasa yang tangguh. Tangan mungil mereka telah menjadi kekar dengan melempar batu ke tentara dan tank-tank baja Israel. Langkah-langkah kecil mereka menerjang melaju, menghentak-hentak menggetarkan bumi. Pekikan-pekikan lantang bergemuruh, hingga seluruh penghuni langit dan syurga mendengarnya.
Begitulah seterusnya. Dan akan terus begitu. Sampai Yahudi berlari ketakutan, dan angkat kaki dari bumi para nabi ini. Sampai hak-hak tanah mereka dikembalikan kepemilikannya kepada Palestina. Bahkan sampai syahid menjemput Ruh dari raganya.
Lalu, bagaimana dengan kita yang masih hidup ditengah kedamaian dan ketenangan ? Sampai saat ini, wajah kita masih ceria dihiasi senyuman bersama keluarga dan saudara. Kita juga sampai saat ini masih bisa merasakan lezatnya makanan, walaupun hanya sekedar Indomie dan Telur. Sampai saat ini kita juga masih bisa merasakan keceriaan dunia pendidikan, untuk menggapai cita-cita menjadi orang besar. Menjadi Dokter, Pengusaha, sampai menjadi pejabat.
Adakah dalam hati dan pikiran kita tempat untuk orang-orang Palestina ? Apakah disetiap shalat kita ada terselip doa untuk mereka ? Apakah disetiap makan kita ada wajah bocah-bocah Palestina yang bergelut dengan kelaparan dan haus ? Adakah terbayang Palestina yang dirampas cita-citanya di bangku kelas kita ?
Tanyakan pada diri. Kalau mereka tidak ada di sana, ada yang salah dalam keberimanan kita. Bukankah rasulullah telah mengatakan :
“Tidaklah sempurna keberimanan seorang, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”
Mereka tidak akan pernah tau, sampai kapan mimpi mereka akan direnggut. Mereka tidak akan pernah tau, sampai kapan harapan-harapan mereka dirampas. Mereka tidak akan pernah tau sampai kapan cita-cita mereka dihancurkan.
Kehidupan mereka tidak sama seperti kita. Hari-hari mereka tidak seindah hari-hari kita. Yang pada pagi hari kita bangun dengan tenang dari tidur nyenyak. Mendengarkan kicauan burung dibalik pohon yang indah. Malam-malam kita yang masih dihiasi putihnya cahaya rembulan, dengan kelap-kelip cahaya gemintang.
Tidak ada yang tersisa dari mereka. Yang ada, hanyalah bongkahan batu digenggaman. Yang ada hanyalah teriakan-teriakan gemuruh. Dengannya, mereka akan mencoba mengambil kembali mimpi-mimpi itu. Merebut kembali harapan dan cita-cita mereka.
Bersyukurlah akan semua itu. Dan ingatkanlah kenikmatan yang kita miliki, dengan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Jangan sampai kita terjebak dalam jeratan kenikmatan yang menipu. Karena saat-saat indah yang kita rasakan hari ini, bisa jadi hilang di esok harinya. Atau hilang dalam menit-menit berikutnya. Bahkan detik-detik berikutnya.
Adakah kita untuk mereka ?

LaNjUT......

Pemimpin Baru Unhas


Tanggal 24 Januari 2009, Dua organisasi besar di Unhas, melaksanakan hajatan tahunannya. Menggelar acara musyawarah pergantian pemimpin. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Forum Komunikasi Mushalla dan Kerohanian Islam (FKMKI). Tentunya dengan harapan bahwa pemimpin yang akan menjadi nahkoda bahtera organisasi kedepan bisa membawa bahtera itu sampai ke tujuan dengan selamat. Menyelamatkan benyak penumpang di dalamnya.Walupun pasti ditengah perjalanan, bahtera itu akan digoncang dengan ganasnya ombak dan badai. Namun, disinilah letak tantangnnya. Disinilah letak ujiannya. Ombak dan badai itu, akan menguji kekuatan iman kita sebagai hamba. Untuk itu, yang harus diperhatikan untuk mengarungi samudera itu adalah kesiapan dan tekad yang matang.
Yang pertama, mereka harus menentukan tujuan dan Arah pelayaran. Hal ini yang saya sebut sebagai visi dan misi. Karena sesungguhnya Kapal tanpa tujuan, hanya akan berputar-putar di tengan lautan yang luas. Tersesat kahilangan arah. Hingga nahkoda dan para awak kapal, kehilangan tenaga dan semangat dalam mengendalikan kapalnya. Kareana bahtera mereka akan terus berkecamuk dengan dahsyatnya ombak. Walupun mungkin mereka berusaha menghindarinya, namun tidak ada lautan yang tidak ombak. Dan akhirnya, bahtera itu tenggelam ditelan lautan.
Yang kedua, mereka harus mengecek mesin dan para awak kapal. Yang saya maksud disini adalah kualitas SDM yang di dalamnya. Baik secara Ruhiyah (hati dan jiwa), Fikriyah (pikiran), Jasadiyah (Fisik). Mampukah mesin dan para awak kapal itu mengantarkan kapal sampai ke tujuan ? jawabannya adalah tergantung dari bahan bakar apa yang kita gunakan dan seberapa banyak persediaan bahan bakar itu. Selain itu, yang menentukannya adalah seberapa banyak persediaan semua rupa kebutuhan yang dipersiapkan diatas kapal. Cukupkah bekal yang dipersiapkan hingga sampai ke tujuan ?
Semoga bahtera itu bisa dibawa dengan selamat sampai tujuan dengan selamat. Karena yakinlah, bahwa inilah perjalanan yang kita pilih untuk kita lalui menuju keridhaan-Nya. Tujuan yang kita tetapkan dalam perjalanan ini telah menjadikan kita lebih kuat, tabah kokoh dalam menghadapai rintangan apapun.
Tidak mudah memang untuk mencapai tujuan itu. Hempasan ombak yang membadai, terjalnya batu karang menghantam, kerasnya tiupan Topan yang Memporak porandakan, sudah menjadi sebuah kenikmatan. Ini adalah suatu pengabdian dan pengorbanan yang Indah dan mengasyikkan.
Sesungguhnya fitnah/ujian dengan segala bentuknya akan menyingkap hakikat dan menyaring kualitas para rijal dakwah. Mereka yang ikhlas akan tersaring dari mereka yang masih memiliki kemunafikan dalam berjuang. Ingat, fitnah itu sma saja, baik fitnah dalam kenikmatan atau kesulitan. Melalui ujian itulah tabiat iman seorang dapat dilihat
Dan akhirnya, kita hanya bisa berharap dan berdoa semoga Allah Sang Penggenggam Kehidupan memberikan pertolongan kepada kita. Memberikan kekuatan untuk mencapai tujuan itu. Sehingga Allah menurutkan keberkahan dan merahmati perjalanan bahtera itu. Hingga di hari kemudian, perjalanan bahtera itu bisa kita jadikan salah satu alasan untuk memasuki SyurgaNya yang menawan.

“Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka. Dan memasukkan mereka ke dalam syurga yang telah diperkenalkanNya kepada mereka” (QS. 47 : 5-6)
Allah memberikan ganjaran sebesar-besarnya dan derajat setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujiandakwah. Jika cobaan yang diberikan Allah hanya yang biasa-biasa saja, tentu kita tidak akan mendapatkan ganjaran yang hebat. Disitulah letak hikmahnya, bagi kader-kader dakwah agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan sabar di jalan dakwah ini. Maka perjuangan ini tidak boleh ditempuh dengan ketidaksungguhan (KH. Rahmat Abdullah)

Selamat kepada saudara Muhammad Yusuf Saleh (Teknik Sipil 2005) yang telah terpilih sebagai ketua KAMMI Komisariat Unhas yang baru, periode 2008/2009. Dan kepada saudara Ashadin (Fakultas MIPA, Jurusan Fisika) yang terpilih sebagai ketua FKMKI Unhas periode 2008/2009.

Sesungguhnya amanah baru yang didapatkan sekarang, merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT. Amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya di dunia dan di akhirat. Allah telah memilihmu untuk menjadi penolong agamaNya. Hingga Allah akan meneguhkan kedudukanmu di dunia dan di Akhirat.

“Wahai orang-orang yang beriman. Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS. 47 : 7)

LaNjUT......

Islam, Pemuda, dan Perbaikan Ummat

Yang menjadi tantangan besar ummat saat kini, ialah belum terwujudnya risalah Islam, Ia belum menjadi rahmat bagi manusia. Oleh karena itu kita harus mengadakan koreksi total terhadap cara-cara hidup kita, baik dalam bidang ubudiyah maupun dalam bidang muamalah. Hendaklah segala penyelewengan dan kesalahan segera diperbaiki dan diluruskan kembali. Sesungguhnya semua pemeluk Islam tanpa kecuali sama-sama memikul tanggung jawab dan kewajiban moral.
Ummat Islam dilarang menjadi ummat pengekor. Tetapi ia harus menjadi pengendali. Islam tidak boleh menjadi gerobak yang hanya berjalan ketika ditarik, dengan arah yang tidak tertuju. Tetapi Islam harus menjadi lokomotif yang menarik gerobak-gerobak lainnya dengan rtenaga bes. Islam tidak condong kebarat dan ketimur, tetapi Islam tampil ketengah-tengah mengajak seluruh dunia, ras, dan bangsa untuk berkiblat kepadanya. Islamlah yang harus memimpin jalannya sejarah menuju hidup dan kehidupan yang bahagia dalam masyarakat yang madani, yang berkeadilan dan sejahtera dibawah naungan ampunan Allah.
Allah telah mengutus Rasulnya dengan membawa pimpinan dan agama kebenaran untuk Ia menangkan atas agama-agama semuanya, dan cukuplah Allah sebagai saksi atas kemenangan itu.
Islam adalah agama dakwah. Yakni agama yang harus disampaikan kepada seluruh ummat manusia, yang telah ditegskan dengan teks-teks yang jelas dalam sumber ajarannya, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Ajaran-ajran Islam perlu diterapkan dalam segala bidang kehidupan manusia, dijadikan juru selamat yang hakiki di dunia dan di akhirat, menjadikan Islam sebagai nikmat dan kebanggaan manusia.
Kita yang hidup dalam abad ini tidak boleh terpesona saja dan dininabobokan oleh zaman keemasan yang lampau, tidak terpedaya oleh gemerlapnya dunia. Kita generasi harapan harus bangkit memikul tugas dan tanggung jawab Dakwh Islamiah.
Hendaklah Islam kita jadikan program hidup untuk menerapkannya menjadi akidah manusia., menjadi hukum dan kode etik dalam pergaulan hidup, dan hendaklah Islam menjadi way of life manusia. Tugas dan kewajiban yang demikian dinamakan JIHAD, perjuangan suci.
Namun , untuk meleksanakan tugas-tugas ini dibutuhkan pengorbanan yang besar, karena dakwah ini tidak hanya diusung oleh segelintir orang saja, tapi seluruh ummat Islam. Untuk itu, diperlukan semangat-semangat baru untuk mengembaliakn Izzah Islam, mengembalikan peradaban Islam yang sudah lama terkapar. Semangat-semangat baru inilah yang akan membawa lentera risalah Islamiah dan memberikan kabar gembira bagi manusia dengan keberadaannya.
Pemuda adalah tonggak utama dalam perjuangan Islam. Semangat-semangat baru inilah yang akan membawa lentera risalah Islamiah dan memberikan kabar gembira bagi manusia dengan keberadaannya. Maka dari itu tidak ada lagi waktu untuk menunda-nunda tidak layak kita ucapkan kata tidak, untuk menyelamatkan dunia yang kini dalam kondisi gundah gulana, memperbaiki sistem yang telah gagal melekukan perbaikan.
Kebangkitan suatu peradaban adalah tergantung dari generasi mudanya. Ketika suatu bangsa dipenuhi oleh pemuda yang pemalas dan lemah tidak berdaya, maka bersiap-siaplah atas keruntuhan bangsa itu. Tapi bila suatu bangsa dipenuhi oleh pemuda yang memiliki semangat yang tinggi, memiliki fikrah yang bersih, memiliki tekad yang membaja maka bangsa itu teleh menunjukkan kemenangan, telah menunjukkan ketangguhnnya kepda dunia.
”Kita adalah singa-singa Ar-rahman, yang akan menghancur binasakan musuh-musuh berbisa. Kita adalah pejuang pembela kebeneran lepaskan belenggu runtuhkan angkar murka”
Itulah salah satu lirik nasyid dari Ar-ruhul jadid yng sudah tidak asing lagi kita dengar. Pemuda adalah pejuang sejati yang akan membawa agama ini sebagai pemimpin bagi seluruh dunia.
Banyak sejarah yang telah diukir para pemuda Islam. Pada zaman Rasulullah, pemuda selalu berada dalam barisan terdepan dalam berjihad, mereka menjadi senjata utama dalam sebuah pertempuran. Mereka bagaikan bom atom yang siap memusnahkan menghancurkan, dan meluluh lantakkan musuh-musuhnya. Semangat yang dimiliki oleh para pemuda mengalahkan api yang membara, yang siap melalap kecongkakan dunia. Suara pekikakannya adalah solusi bagi dunia, pemecah masalah dunia yang akan menembus sampai angkasa
Semangat-semangat inilah yang ditunjukkan oleh bocah-bocah Palestina yang mencoba menembus hujanan peluru, yang menghadang bom rudal musuh, yang menerjang teng-teng sampai mundur untuk kejayaan islam. Tekat yang membaja telah tertanam pada diri mereka, hanya dengan tujuan mendapatkan sebuah kemenangan yang tidak pernah didapatkan pemuda-pemuda yang bobrok, yang hanya mementingkan kepentingan dunia dari pada akhiratnya.
Hanya dengan berbekal batu-batu langkah-langkah kecil, semangat-semangat membara, mereka mampu memukul mundur pasukan musuh, membuat kecut tentara-tentra lawan. Ketika mereka tidak lagi meraskan pendidikan nyaman seperti pemuda Indonesia, ketika mereka sudah tidak bisa tidur nyenyak, ketika merek tidak bisa lagi memekan makanan yng enak, tapi kenikmatan surga lebih mereka dambakan.
Mereka sudah tidak lagi bercita-cita menjadi sarjana, mereka tidak lagi bangga menjadi seorang rektor, presiden, mentri dan lain sebagainya. Tapi yang mereka banggkan adalah turut serta berjihd di jalan allah, dan syahid dijalannya.
Tidak bisakah pemuda Indonesia meniru semangat-semangat bocah palestina ? jawabannya hanya ada dalam diri pemuda Indonesia. Mereka yeng sudah tidak peduli lagi dengan masalah yang kini tengah melanda ummat, yang sudah memalingkan muka terhadap ketimpangan-ketimpangan dunia, saatnya kini untuk bangkit. Kita tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah pelopor perubahan yang siap bertarung, yang siap melawan makar-makar durjana.
Masa untuk bersantai sudah selesai pertempuran sudah datang membangunkan kita dari tidur lelap yang panjang, kita harus raih kemenangan dari peperangan ini dengan tangan-tngan kita. Tidak ada lagi waktu untuk berpoya-poya saatnya melangkahkan kaki menuju kejayaan Islam yang sudah lama kita dambakan.
Berhenti berarti kita membirkan diri kita tergilas oleh kebiadaban. Malas berarti telah membirkan diri kita ditampar kesewenang-wenngan. Tiada kata lagi kita harus berjuang dengan segala potensi yang kita miliki walaupun mengorbankan jiwa dan raga kita. Kita harus raih kemenangan dunia dan Akhirat. Ummat menunggu kedatangan kita suara-suara kita, tangan tangan kita untuk membebasknnya dari keterpurukan.
AKANKAH KALIAN DIAM SELAMANYA ???
(Referensi : Risalah pergerakan, Komitmen Muslim Sejati)

LaNjUT......

Air Mata Cinta

Air mata cinta itu jatuh mengalir, menganak sungai, membentuk guliran-guliran bening ketika kepala berada di tempat terendah. Bahkan lebih rendah dari Dubur sekalipun. Sujud menghamba dengan penuh kesadaran. Berserah diri dengan serendah-rendahnya. Mengabdi dengan sehina-hinanya. Menghiba dengan sefakir-fakirnya. Begitulah manusia yang sadar akan dirinya sebagai hamba.
Kehinaan di dunia akan menjadi kehormatan ketika kita berserah kepadaNya. Kefakiran di dunia akan menjadi sebuah kekayaan ketika kita mengabdi kepadaNya. Keangkuhan di dunia menjadi ketidak berdayaan ketika berada di hadapanNya. Semua predikat yang menggambarkan kedudukan tinggi kita di dunia menjadi tidak berguna.
Tidak ada yang berharga selain keimanan yang suci. Tidak ada yang penting selain ibadah kepadaNya. Keangkuhan menjadi ketidakberdayaan ketika berhadapan denganNya. Diri menjadi sebongkah tanah tak berharga.
Selalu ada ketulusan yang menjadi arus air mata cinta itu. Selalu ada keikhlasan dalam hati-hati tunduk. Seperti inilah para salafusshalih menggapai puncak keimanan tertinggi. Menjadi hamba yang penuh ketundukan dan pengabdian. Dari sinilah mereka mendapatkan energi dan semangat untuk hidup. Tidak takut akan rintangan yang datang membadai. Tidak pernah gentar dengan ujian yang datang menghempas. Karena mereka selalu sadar dan yakin, bahwa ketika Allah menciptakan ujian dan cobaan, maka Allahpun pasti menciptakan kenikmatan dan kebahagiaan.
Air mata cinta selalu menghadirkan kesetiaan. Ikrar kesetiaan untuk berkorban. Ikrar yang tewajantahkan dalam sebuah perjuangan yang mendatangkan kemenangan. Kesetiaan yang mengantarkan jiwa-jiwa pengabdi menjadi pelaku sejarah dalam membangun peradaban mulia Al-Islam. Menjadikannya orang-orang yang tidak rela hanya duduk mematung tanpa ada konstribusi amal dalam perjuangan suci.
Air mata cinta itu selalu melahirkan optimisme dalam bekerja. Ada keyakinan yang membaja dalam bertindak. Sehingga apa yang mereka kerjakan selalu diawali dengan ketulusan. Mengharap keridhaan dan keberkahan dari Sang Penguasa tujuannya. Kegagalan bukanlah menjadi sebuah isyarat untuk mereka berhenti berjuang. Mereka akan terus berjuang sampai mereka mendapatkan sebuah kebahagiaan dan kemenangan.
Air mata cinta, menglir dari mata seorang perkasa Umar bin Khattab ketika mendengarkan surat cinta dari Rabbnya. Sang singa padang pasir itu kini hanya menjadi manusia yang tidak memiliki kemampuan apa-apa dihadapanNya. Keperkasaan dan keangkuhan yang selama ini menguasai dirinya, berubah menjadi kelemah lembutan dan ketundukan jiwa. Kesombongan yang selama ini mengungkungnya, telah hancur berguguran dihantam badai keimanan.
Air mata Cinta, hanya akan dialirkan oleh mata-mata yang penuh kekhusukan. Ia hanya akan bisa dialirkan oleh mata yang memiliki tatapan cinta yang kuat. Bukan mata dengan tatapan liar.
Menangislah saudaraku. Menangislah. Karena sesungguhnya tangisan kita bukanlah tanda kehinaan dan kelemahan di dunia. Tapi tangisan kita menandakan bahawa kita adalah orang-orang yang kuat. Kita adalah manusia-manusia yang akan siap menjalani hidup. Walau dengan ujian dan rintangan yang bertubi sekalipun. Karena keyakinan bahwa Allah Sang Pengatur kehidupan akan selalu bersama kita. Ia telah menetapkan kehidupan untuk kita. Ia telah menentukan jalan dan arah langkah kita. Keyakinan inilah yang melahirkan ketidak ragu-raguan dalam menapaki hidup.
Menangislah atas nama cinta. Cinta kepada Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Bukankah seorang pecinta akan selalu menangis ketika curhat kepada sang kekasih ? Bukankah seorang rakyat akan selalu merengek dan bersimpuh ketika ia meminta sesuatu yang ia butuhkan kepada rajanya ? Kalau demikian, lalu apa yang membuat kita malu untuk menagis dihadapan Sang Maha Perkasa ?
Bukankah Allah telah berjanji dalam Ayat sucinya, bahwa cinta kita kepadaNya pasti terbalas ?
“.................Dia mencintai mereka dan merekapun mencintainya, bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman, dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa-siapa yang dikehendaki. Dan Allah Mahaluas pemberianNya, Maha Mengetahui” (Al-Maidah : 54)
Lalu siapakah yang paling menepati janji selain Allah ?

LaNjUT......

Inbox/outbox SMS Serial Taujih

26 Januari 2009
Malam nan sunyi memberi keteduhan
Angin malam datang memberi kesejukan
Mimpi indah memberi ketenangan
Cahaya mentari seolah memberi harapan
Fajar datang menyingsing melikiskan angan dan cita-cita
Ku tahu hakikat hidup ini adalah perjuangan
Ada asa dan harapan selalu mengiringi
Ku tahu kebahagiaan itu adalah kebersamaan
Ya Rabb ajarilah kami hakikat perjuangan ini
Perjuangan di jalanMu dan kebersamaan di jalanMu
(081933947.....)

25 Januari 2009
Allah tak pernah janjikan langit selalu biru,
Jalan hidup tanpa batu,
Matahari tanpa hujan,
Kbahagiaan tanpa kesedihan,
Sukses tanpa perjuangan.
Tapi allah janjikan kekuatan dari kelemahan
Dia berikan cahaya untuk terangi kegelapan
Dia berikan rahmatNya dari segala ujian
Dia memberikan pertolongan untuk segala kesusahan
(081933947.....)

25 Januari 2009
Seindah pelangi di senja hari
Sebening embun di pagi hari
Seelok syair menyentuh hati
Setulus hati aku ucapkan SELAMAT PAGI
(085299559.....)

23 Januari, 2009
Hanya orang yang berenang melawan aruslah
Yang akan menemukan mata air (the challenge)
(081933947.....)

20 Januari, 2009
Hiasilah pagimu dengansenyuman
Karena senyuman dapat memberikan warna dalam kehidupan
Dengan tersenyum hati bahagia
Dengan tersenyum, orangpun akan tersenyum padamu
So, keep smile
(085245554.....)

19 Januari, 2009
Membuka pagi tidak hanya membuka jendela
Membuka pagi tidak cukup dengan membuka mata
Agar hidup lebih bermakna,
Cobalah membuka pagi dengan hati yang indah dan senyum ceria
Selamat Pagi ^_^
(085245554.....)

18 Januari, 2009
Jika dakwah ibarat pohon, ada saja daun-daun yang berjatuhan
Tapi pohon dakwah itu tidak pernah kehabisan cara untuk menumbuhkan tunas-tunas barunya
Sementara daun-daun yang berguguran tak lebih akan menjadi sampah dalam sejarah
Jangan pernah menyalahkan jalan ini
Jangan menyerah karena lelah atau lemah
Biarlah lemah mengejarmu sampai lelah
Tetap istiqomah
Semoga beratnya amanah menjadi satu titian menuju Syurga Allah
(085299295.....)

17 Januari 2009 (outbox)
Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan dakwah ini.
Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian.
Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih
kesuksesan.
Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepa
n dalam perjuangan ini.



16 Januari, 2009
Orang beriman selalu punya ciri sendiri dalam menata hatinya
Saat mendapatkan kesulitan ia tetap ceria
Fisiknya mungkin lelah, pikirannya mungkin kalut dan jenuh
Tapi tidak dengan hatinya yang selalu yakin
Bahwa semua itu karena Allah masih sayang padany
(085242736.....)

15 Januari, 2009 (outbox)
Sesungguhnya fitnah/ujian dengan segala bentuknya
Akan menyingkap hakikat dan menyaring kualitas para rijal dakwah
Mereka yang ikhlas akan tersaring dari mereka yang masih memiliki kemunafikan dalam berjuang
Ingat, fitnah itu sma saja, baik fitnah dalam kenikmatan atau kesulitan
Melalui iman itulah tabiat iman seorang dapat dilihat

13 Januari, 2009
Perkataan yang indah adalah ALLAH
Lagu yang merdu adalah ADZAN
Media yang terbaik adalah AL-QUR’AN
Senam yang sehat adalah SHALAT
Diet yang sempurna adalah PUASA
Kebersihan yang menyegarkan adalah WUDHU
Perjalanan yang indah adalah HAJI
Khayalan yang terbaik adalah ingat DOSA dan TAUBAT
(081917049.....)

13 Januari, 2009
Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi
Semangat juang yang tak pernah pudar
Ajaran yanmg mereka bawa bertahan melebihi usia mereka
Boleh jadi usia mujahid yang membawa misi dakwah tersebut tidak panjang
Tetapi cita-cita, semangat, dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka
(Ust. Rahmat Abdullah)
(085255830.....)

12 Januari, 2009
Aku tidak berharap jadi orang yang terpenting dalam hidupmu
Karena itu permintaan yang terlalu besar
Aku Cuma berharap suatu hari nanti
Ketika kau mendengar namaku
Kamu akan tersenyum dan bilang
“Dia Sahabatku”
(087832498.....)

31 Desember 2008 (outbox)
Bagaikan terpaan mentari, cinta menyinari gelapnya hati
Bagaikan hempasan ombak, cinta menyirami tandusnya iman
Bagaikan desiran angin,cinta membelai lembut kerasnya jiwa
Bagaikan kobaran api, cinta melahap kelemahan dan kesadaran diri
Cinta bisa mengubahku menjadi cairan yang tenang
Seandainya akau adalah batu yang keras

29 Desember 2008 (outbox)
Secangkir cinta kau suguhkan untukku
Sehangat kopi di pagi hari, mengalahkan dinginnya musim penghujan
Menjuntai meraih langit-langit mulut
Merangseng menerobos ruas-ruas leher
Menyapu pita suara
Bisu !!!
Mengalir menyusuri urat kepala
Membuat pahatan tak beraturan
Pusing !!!
Hanya manisnya madu murni yang bisa menghentikannya

29 Desember, 2008
Subhanallah, yang singkat itu WAKTU
Yang dekat itu MATI
Yang besar itu NAFSU
Yang berat itu AMANAH
Yang sulit itu IKHLAS
Yang mudah itu BERBUAT DOSA
Yang abadi itu AMAL KEBAJIKAN
Dan yang terindah itu NASIHAT yang menyejukkan Hati
(085292379.....)

29 Desember, 2008 (outbox)
Ketika kau pergi, kau tinggalkan akau dalam diam
Yang lebih sepi dari sekedar bisunya suara
Dalam hening yang lebih sunyi dari sekedar kosongnya kehampaan
Sejak itu akau bergulat memcahkan kebisuan yang mengakar menjadi pohon rindu
Sementara dahan-dahannya terus mengikatku
Aku dikenyangkan buah bernama gelisah

29 Desember, 2008 (outbox)
Cinta menggeliat dari tidurnya ketika surya kerinduan menghangatkannya
Meraba hati untuk dipeluk
Membelai lembut halus kenyamanan
Menyatu membentuk khayalan-khayalan indah
Bak kecipak aliran air ditengah taman yang indah

29 Desember, 2008 (outbox)
Ketika sedih menyelimuti cinta, keikhlasan menemani dengan suatu kesungguhan yang termaklumi
Menyayangi, mengasihi, dan menenterami kegalauan cinta akan sebuah makna kehidupan terdzalimi
Air nata cinta tergerai ketika keikhlasan mengatakan I LOVE YOU
Sebuah penghargaan akan kesetiaan, pengorbanan yang terlahir untuk cinta sejati
Sebuah perjalanan yang tak kan berakhir karena sebuah tapak akan kejujuran dan kasih sayang telah terpatri dalam alunan langkah cinta dan keikhlasan dalam menerawangi warna-warni kehidupan

27 Desember,2008 (outbox)
Semakin lama, cinta terasa semakin dekat denganku
Semakin akrab, semakin bersahabat.
Ia merangkulku dengan tangan gemulai
Menatapku dengan tatapan pelangi
Memanggilku dengan sapaan menggetarkan
Dan ia berkata “Kasih, akan kusuguhkan padamu madu murni, madu keindahan, dan madu kedamaian”

26 Desember,2008 (outbox)
Apa kabar cinta ?
Usia memang meninggalkan jejak pada diriku
Tapi semoga iman di dada, bisa menjadikan cahaya dalam diriku
Percayalah, tidak ada yang berubah dalam hari-hariku
Aku masih muslim (ikhwan) yang sama
Tidak ada yang berubah
Semoga seperti pecinta tangguh, aku bisa memperoleh kekuatan energi dan kesabaran
Hingga cintaku menyapa suatu hari

18 Desember,2008 (outbox)
Cinta bisa menjadikan seorang yang lemah menjadi kuat
Cinta bisa menjadikan seorang pengecut menjadi pahlawan
Cinta bisa menjadikan seorang yang tertindas menjadi pemberontak
Bahkan cinta bisa menjadikan seorang pemimpin menjadi pelayan sekalipun
Begitulah ketika cinta telah bekerja dalam diri
Ia mampu merubah ketidakyakinan menjadi keyakinan yang membaja

18 Desember,2008
Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok
Dan kenyataan hari ini adalah mimpi yang kemarin (Hasan Al Banna)
(085242254.....)

18 Desember,2008 (outbox)
Cinta hakiki hanya bisa dimiliki oleh mereka yang mempunyai kepribadian yang kuat
Sedang mereka yang lemah, hanya akan menjadi pecinta yang bermain dengan kesemuan
Cinta akan tumbuh menjadi pohon yang rimbun dan berbuah dengan akar yang kokoh menghujam, apabila disirami dengan mata air keikhlasan, keyakinan, kesungguhan dan keberanian.

10 Desember, 2008
Barang siapa menunjuk kepada petunjuk Allah,
Mak ia akan mendapatkan pahala yang sama seperti jumlah pahala orang yang mengikutinya,
Tanpa dikurangi sedikitpun oleh pahala mereka (HR. Muslim)
(08991510.....)

17 November, 2008
Sesungguhnya besar kecilnya pahala tergantung besar kecil cobaan
Dan kalau Allah sayang pada salah satu kaum ia senantiasa mengirim cobaan
Maka barang siapa rela menerima cobaan itu berarti ia mendapat Ridha Allah
Tapi barang siapa marah, berarti ia mendapat murka Allah (HR Bukhari dan Muslim)
(085937010.....)

15 November 2008
Hidup sangat indah jika segalanya karena Allah
Dalam sakit teruji kesabaran
Dalam perjuangan teruji keikhlasan
Dalam ukhuwah teruji ketulusan
Dalam tawakkal teruji keyakinan
(085255830.....)

14 November, 2008
Mentari beranjak datang, malam berganti, siang menjelang
Semoga langkah kita selalu dalam indahnya iman, indahnya Islam, dan indahnya ukhuwah
Selamat berjuang di harimu saudaraku
(081917001.....)

14 November, 2008
Harta dalam hidup seperti Cos 90 = 0 (tak berharga
Sedangkan hidup seperti Sin 90 = 1 (hanya sekali)
Tapi punya sahabat sepertimu adalah tan 90 = tak terhingga (nilainya)
(081808794.....)

13 November, 2008
Untukmu ! semoga Allah Sang Pengasih mencurahkan sayangnya yang tak terkira
Melindungimu, menjagamu, menemani setiap gerakmu
Membentangkan cintanya yang Maha luas
Untukmu ! Allah bersamamu.
(085299559.....)

10 November, 2008
Ketika cinta singgah di relung hati
Ukirlah dan rasakanlah arti cinta yang sesungguhnya
Jangan biarkan pudar hanya dengan setitik kebencian
Cinta adalah persahabatan
Dan bila persahabatan terjalin erat, maka cinta begitu luas artinya
Cinta tanpa persahabatan bagaikan syair tanpa alunan nada
Maka jagalah citra cinta di atas nilai cinta yang suci
(081917463.....)


07 November, 2008
Kepadamu kukirimkan salam terindah
Salam sejahtera para penghuni syurga
Salam yang harumnya melebihi misik
Sejuknya melebihi embun pagi
Salam yang hangat, sehangat matahari di waktu Duha
Salam yang suci, sesuci telaga kautsar
Salam persaudaraan yang tidak akan pudar di segala musim
Kapadamu saudaraku
(085937010.....)

03 November, 2009
Allah memberikan ganjaran sebesar-besarnya dan derajat setinggi-tingginya
Bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujiandakwah
Jika cobaan yang diberikan Allah hanya yang biasa-biasa saja
Tentu kita tidak akan mendapatkan ganjaran yang hebat
Disitulah letak hikmahnya, bagi kader-kader dakwah agar bekerja dengan sungguh-sungguh
Dan sabar di jalan dakwah ini
Maka perjuangan ini tidak boleh ditempuh dengan ketidaksungguhan (KH. Rahmat Abdullah)
(085299295.....)

22 Oktober, 2008
Ketika wajah ini penet memikirkan dunia, maka berwudhulah
Karena tangan ini letih menggapai cita-cita, maka bertakbirlah
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah
Ikhlaskan semua dan mendekatlah padaNya
Agar tunduk disaat yang lain angkuh
Agar teguh disaat yang lain runtuh
Agar tegar disaat yang lain terlempar
(085242254.....)

15 Oktober, 2008
Teman yang baik adalah saudara yang tulus mendoakan dan mengingatkanmu pada Allah
Dia yang mengenal dirimu dan senantiasa menjaga ukhuwah
Memberikan ketenangan saat bersamanya
Ada inspirasi amal shaleh saat memandangnya
Dalam diamnya ia mendoakan
Dalam senyumnya ia menenangkan
Dalam tawanya ia menumbuhkan keceriaan
Dalam rengkuhannya ia menghadirkan semangat
Dan dalam nasihatnya ia bangkitkan kerinduan
Sudahkah kamu temukan teman itu ?
(085242254.....)

LaNjUT......

Peranan Pers Terhadap Dinamika Perjalanan Bangsa Indonesia Sejak Masa Revormasi

Pers dalam sejarahnya adalah salah satu kekuatan sosial yang hampir selalu turut menentukan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Peran pers bukan sekedar menyampaikan realitas, karena pers juga niscaya bekerja atas kecenderungan atau keberpihakannya, seperti halnya ketika pers terlibat intens dalam gerakan politik untuk menjatuhkan rezim Orde Baru bersama dengan mahasiswa dan kelompok-kelompok pro demokrasi.
Menjelang dan sesudah pergeseran politik Mei 1998, perubahan signifikan pada struktur ekonomi politik pers Indonesia banyak dilihat sebagai hasil dari tindakan-tindakan para pengelola pers, atau lebih luas lagi produk interaksi yang seimbang antar pekerja pers, pemilik modal, dan penguasa. Perubahan kondisi politik dan ekonomi yang terjadi sedemikian cepat melahirkan kapasitas yang relatif lebih besar pada para pekerja pers untuk melakukan tindakan-tindakan signifikan sehingga teks isi media secara umum mengalami perubahan dramatis dibandingkan dengan era Orde Baru. Lebih jauh lagi, banyak yang menganggap pemberitaan media juga turut memberikan konstribusi pada eskalasi atau akumulasi tekanan-tekanan terhadap stabilitas hegemoni penguasa dan kemapanan struktur politik otoritarian Orde Baru.
Untuk Menunjuk salah satu ciri dari demokrasi dan tidaknya sebuah pemerintahan, kehidupan media sering sekali dijadikan parameter. Demokrasi mengandaikan kebebasan warga untuk berkumpul, berpendapat, mengemukakan kritik. Sebaliknya, pemerintah yang anti demokrasi akan selalu mengawasi orang berkumpul, menekan pendapat, dan membrangus kritik. Cara yang paling mudah sekaligus tradisional untuk hal ini adalah mengawasi distribusi informasi : mengatur dan mengarahkan pemberitaannya, menempatkan orang-orang yang pro pemerintah dalam jajaran redaksi dan kepemimpinan organisasi pers, dan bahkan “merekayasa informasi bohong”. Dibawah pemerintahan yang otoriter, pers adalah makhluk yang paling tersiksa. Ia korban, sekaligus dengan terpaksa harus menjadi pelakuknya sendiri. Demikian nasib pers dibawah pemerintahan otoriter.

PERANAN PERS TERHADAP DINAMIKA PERJALANAN BANGSA INDONESIA SEJAK MASA REVORMASI

Pers dalam sejarahnya adalah salah satu kekuatan sosial yang hampir selalu turut menentukan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Peran pers bukan sekedar menyampaikan realitas, karena pers juga niscaya bekerja atas kecenderungan atau keberpihakannya, seperti halnya ketika pers terlibat intens dalam gerakan politik untuk menjatuhkan rezim Orde Baru bersama dengan mahasiswa dan kelompok-kelompok pro demokrasi.
Menjelang dan sesudah pergeseran politik Mei 1998, perubahan signifikan pada struktur ekonomi politik pers Indonesia banyak dilihat sebagai hasil dari tindakan-tindakan para pengelola pers, atau lebih luas lagi produk interaksi yang seimbang antar pekerja pers, pemilik modal, dan penguasa. Perubahan kondisi politik dan ekonomi yang terjadi sedemikian cepat melahirkan kapasitas yang relatif lebih besar pada para pekerja pers untuk melakukan tindakan-tindakan signifikan sehingga teks isi media secara umum mengalami perubahan dramatis dibandingkan dengan era Orde Baru. Lebih jauh lagi, banyak yang menganggap pemberitaan media juga turut memberikan konstribusi pada eskalasi atau akumulasi tekanan-tekanan terhadap stabilitas hegemoni penguasa dan kemapanan struktur politik otoritarian Orde Baru.
Untuk Menunjuk salah satu ciri dari demokrasi dan tidaknya sebuah pemerintahan, kehidupan media sering sekali dijadikan parameter. Demokrasi mengandaikan kebebasan warga untuk berkumpul, berpendapat, mengemukakan kritik. Sebaliknya, pemerintah yang anti demokrasi akan selalu mengawasi orang berkumpul, menekan pendapat, dan membrangus kritik. Cara yang paling mudah sekaligus tradisional untuk hal ini adalah mengawasi distribusi informasi : mengatur dan mengarahkan pemberitaannya, menempatkan orang-orang yang pro pemerintah dalam jajaran redaksi dan kepemimpinan organisasi pers, dan bahkan “merekayasa informasi bohong”. Dibawah pemerintahan yang otoriter, pers adalah makhluk yang paling tersiksa. Ia korban, sekaligus dengan terpaksa harus menjadi pelakuknya sendiri. Demikian nasib pers dibawah pemerintahan otoriter.

LaNjUT......

Persembahan Cinta


Ya Allah, Aku datang mengetuk pintuMu
Mengharap KasihMu, merindu cintaMu, mendamba belaian rahmatMu
Ya Allah, Engkau telah memberikan rasa cinta dalam hatiku
Dan ia sudah tumbuh dan berbunga
Ya Allah, berikan aku kekuatan untuk menjaga cintaku ini
Peliharalah, dan siramilah ia dengan keberkahanMu
Hingga kelak mengasilkan buah cinta yang manis
Dari buah itu juga, ia melahirkan banyak pohon cinta baru
Pohon cinta itu kemudian akan membentuk taman cinta yang indah

Menjadikan orang-orang yang masuk ke dalamnya merasakan kesejukan
Ya Allah, sesungguhnya engkaulah Sang Pencipta Cinta
Sucikanlah cintaku ini dengan cintaMu
Jangan biarkan ia ternoda virus romantisme melemahkan dan bikin linglung
Ya Allah, jadikanlah pohon-pohon cintaku tegar dengan akar yang kokoh menghujam
Jangan biarkan ia mudah tumbang dan jatuh
Walaupun dahsyat topan badai menerpa
Ya Allah, biarkan pohon cintaku menebar benih kebajikan
Bermanfaat bagi makhlukmu yang lain
Sehingga ia menjadi mulia di hadapmu
Ya Allah, izinkan aku mempersembahkan pohon cintaku hanya kepadamu
Tanpa harus mengurangi sehelai daunpun darinya

LaNjUT......

Pesan Sebagai Faktor Utama Dalam Berkomunikasi

Karakter komunikator selalu berusaha meraih keberhasilan semaksimal mungkin dalam menyampaikan pesan. Artinya, pengertian komunikasi bersumber dari gagasan komunikator yang ingin disampaikan kepada pihak penerima, dengan segala daya dan usaha bahkan tipu daya agar pihak penerima tersebut mengenal, mengerti, memahami, dan menerima “ideologinya” lewat pesan-pesan yang disampaikan.
Adanya Pesan bagi seorang komunikator merupakan alasan utama dalam melakukan proses komunikasi (penyampaian pesan). Tanpa pesan, tidak mungkin seorang komunikator dapat berkomunikasi atau mempengaruhi komunikan. Pesan diolah dan dikemas dalam diri komunikator menjadi sebuah gagasan. Setelah pesan sudah mantap, maka komunikator baru menyampaikan kepada komunikan.
Pesan, baik verbal maupun nonverbal bagi seorang komunikator merupakan faktor utama yang harus dimiliki dalam rangka mempengaruhi komunikan. Kemasan pesan yang baik, dan mudah diterima oleh komunikan, akan menghasilkan keberhasilan komunikan. Sedangkan bagi komunikan (penerima pesan), pesan merupakan sumber untuk bisa menerima informasi. Tidak mungkin seorang komunikator bisa menyampaikan suatu informasi kepada komunikan apabila tiada pesan yang akan disampaikan.
Pesan, secara sederhana diartikan sebagai isi (content aspect) pikiran, gagasan yang dikirim dari sumber ke penerima (relational aspect) untuk suatu tujuan mempengaruhi pikirang dan gagasan orang lain. Pesan diwujudkan dalam bentuk lambang, berupa kata-kata, gambar dan tulisan, dan perilaku nonverbal.
Pesan diproduksi dalam bentuk lambang-lambang, misalnya berbicara atau menulis, yang merupakan representasi dari peasaan dan pikiran. Proses internal dalam diri seseorang, dengan menuangkan gagasan-gagasan ke dalam gelombang suara atau ke atas selembar kertas, menjelmakan gagasan-gagasan tersebut ke dalam kode-kode atau lambang-lambang tertentu di (Enkoding) karena proses penyandian, pesan terdapat didalamnya kode dan lambang-lambang, baik verbal maupun nonverbal.
Sebagai representasi perasaan dan pikiran nara sumber, perasaan dan proses enkoding tersebut terikat oleh tempat dan waktu tertentu serta latar budaya tertentu pula. Enkoding penyandian adalah kegiatan internal tetapi hasil penyandian tersebut bersifat eksternal. Artinya, pesan merupakan apa yang harus ditransmit dari nara sumber ke penerima dengan maksud tertentu, apakah sekedar memberi informasi, tidak bermaksud apa-apa, atau mempunyai maksud mempengaruhi orang lain untuk mencapai derajat efek tertentu
Simbol yang dibangun pesan adalah bahasa, ia merupakan proses dan hasil belajar masyarakat. Bahasa sebagai alat berkomunikasi, digunakan orang untuk mengungkapkan pikiran, gagasan, pengalaman-pengalaman, tujuan, dan ungkapan perhatian sehingga sebuah komunitas dapat terbangun secara alami. Semua yang ada di dalam semesta, seperti objek-objek, peristiwa, pengalaman, hasil pemikiran, perasaan, diberi suatu label atau nama-nama tertentu.
Oleh karena itu, bahasa dianggap sebagai suatu sistem yang mampu menyajiakan realitas secara simbolik sehingga didalamnya termuat berbagai makna. Makna-makna dalam benda bersifat denotatif, sebagaimana adanya tetapi juga bersifat konotatif bergantung pada berbagai penafsiran oleh masyarakatnya.
Bahasa sebagai alat penyampaian pesan, tidak saja dalam berinteraksi antar sesama atau sebagi alat untuk berfikir, mempengaruhi persepsi, menyalurkan dan turut membentuk pikiran tetapi juga sebagai alat untuk menggalang kekuasaan, ideolegi, hegemoni, dan imperialisme. Bahasa mampu menyalurkan kepercayaan, nilai, dan norma, ide-ide dan pesan-pesan. Bahasa pada akhirnya berfungsi sebagai suatu mekanisme untuk berkomunikasi dan sekaligus sebagai pedoman atau metode untuk melihat realitas sosial.

LaNjUT......

Komunikasi Sebagai Ilmu

Onong (2001), istilah komunikasi berasal dari kata latin, yaitu communicatio, yang bersumber dari kata communis yang berarti sama. Maksudnya, maknanya sama. Misalkan, jika dua orang bercakap-cakap, maka percakapan mereka dikatakan komunikatif bila keduanya, selain mengerti bahasa yang digunakan, juga mengerti makna dari bahan yang dipercakapkan. Selain itu, komunikasi juga bersifat persuasif.
Untuk menjawab komunikasi adalah sebuah ilmu, Keith Brooks (1967), menyatakan bahwa communicatilogy atau ilmu komunikasi merupakan integrasi prinsip-prinsip komunikasi yang diketengahkan para cendikiawan berbagai disiplin akademik. Komuniksi juga berartisuatu pilsafat komunikasi yang realistis, suatu program riset sistematis yang mengkaji teori-teorinya, menjembatani kesenjangan dalam pengetahuan, memberikan penafsiran, dan saling mengabsahkan penemuan-penemuan yang dihasilkan disiplin-disiplin khusus, serta program-program riset. Department of University fo Hawaii dalam penerbitan yang dikeluarkan secara khusus menerangkan bahwa : Communication as a social science. Dalam penerbitan itu diberikan contoh-contoh untuk membuktikan bahwa komunikasi adalah sebuah ilmu. Berdasarkan hal itu, para mahasiswa diberikan mata-mata kuliah mengenai asas, teori, struktur, dan perkembanagan strategi komunikasi untuk tujuan-tujuan sosial selanjutnya. Demikianlah beberapa hal yang menunjukkan bahwa komunikasi adalah ilmu, dan ilmu komunikasi itu termasuk ke dalam ilmu sosial yang meliputi : Interpersonal Communicatioan, Intrapersonal Communication, Group Communication, mass communication, intercultural Communication, dan sebagainya.
Onong mengutip, bahwa Devito (1978) telah memaparkan betapa luasnya aktivitas komunikasi. Komunikasi adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang atau lebih, merupakan aktifitas penyampaian dan menerima pesan, yang mengalami distorsi karena adanya gangguan, dalam suatu konteks, yang menimbulkan efek dan kesempatan untuk arus balik. Oleh karena itu, aktivitas komunikasi meliputi komponen-komponen sebagi berikut : konteks, sumber, penerima, pesan, saluran, gangguan, proses penyampaian atau proses encoding, penerimaan atau proses decoding, arus balik dan efek. Unsur-unsur tersebut agaknya paling esensisl dalam setiap pertimbangan mengenai aktivitas komunikasi.
Penjelasan bahwa ilmu komunikasi mempunyai hubungan dan manfaat bagi ilmu lainnya dapat mengambil contoh ilmu komunikasi. Dengan menggunakan ilmu komunikasi, disiplin-disiplin ilmu yang lain seperti Ilmu Akuntansi bisa menjadi lebih berkembang dan dalam prakteknya dapat digunakan secara luas. Dengan menggunakan ilmu komunikasi, kita bisa memaksimalkan kegunaan ilmu akuntansi. Ilmu komunikasi mempunyai peranan penting dalam pengembangan ilmu-ilmu lain, bukan Cuma akuntansi. Pengembangan ilmu komunikasi secara tepat akan memberi manfaat yang besar dalam kelangsungan ilmu lainnya.
Berdasarkan uraian diatas, lingkup komunikasi, oleh Onong (2000) diikhtisarkan atas berbagai aspek :
a. Komponen Komunikasi
Menurut Kotler (2000), komunikasi terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :
• Pengirim (sender), yaitu pihak yang mengirim pesan
• Pesan (Message), merupakan gagasan atau ide yang disampaikan pengirim kepada penerima untuk tujuan tertentu
• Penerima (receiver), yautu pihak yang menerima pesan
• Media, yaitu sarana bagi komunikator untuk menyampaikan pesan kepada sasaran yang dituju
• Pengkodean (Encoding), proses untuk menjabarkan pesan ke dalam simbol
• Penerjemah (decoding), proses yang dilakukan oleh penerima pesan untuk menerjemahkan arti simbol yang dikirim sender.
• Tanggapan (respon), reaksi penerima setelah menerima pesan
• Umpan balik (feedback), yaitu bagian dari reaksi yang dikomunikasikan kembali kepada pengirim pesan.
• Gangguan (Noises), yaitu gangguan yang tak terduga selama proses komunikasi yang dapat mengakibatkan penerima pesan memperoleh pesan yang berbeda dari yang dikirimkan.
b. Proses Momunikasi
• Primer, yaitu proses penyampaian pikiran dan atau prose sesorang kepada orang lain dengan menggunakan simbol sebagai media.
• Skunder, adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama
c. Bentuk Komunikasi
• Komunikasi Persona, terdiri dari komunikasi intrapersona dan antarpersona
• Komunikasi Kelompok, terdiri dari kelompok kecil dan kelompok besar
• Komunikasi Massa, misalnya pers, radio, televisi.
• Komunikasi Medio, seperti surat, telepon, panflet, poster, spanduk, dan lain-lain.
d. Sifat Komunikasi
• Tatap muka (face to face)
• Bermedia (mediated)
• Verbal
• Nonverbal
e. Metode Komunikasi
• Jurnalistik (journalism)
• Hubungan Masyarakat (Public-relation)
• Periklanan (advertising)
• Pameran (exhibition/exposition)
• Publisitas
• Propaganda
• Perang urat saraf
• Penerangan
f. Teknik Komunikasi
• Komunikasi Informatif
• Komunikasi persuasif
• Komunikasi instruktif/koersif
• Hubungan manusiawi
g. Tujuan Komunikasi
• Perubahan sikap
• Perubahan pendapat
• Perubahan perilaku
• Perubahan sosial
h. Fungsi Komunikasi
• Menyampaikan informasi
• Mendidik
• Menghibur
• Mempengaruhi
i. Model Komunikasi
Menurut Jalaludin (2000), model komunikasi antara lain adalah
• Model jarum Hipodermik
• Model Uses and Gratifications
• Model Agenda Setting
• Model Difusi Informasi
j. Bidang Komunikasi
• Komunikasi Soaial
• Komunikasi Organisasional
• Komunikasi Perusahaan
• Komunikasi Politik
• Komunikasi Iternasional
• Komunikasi Antarbudaya
• Komunikasi Pembangunan
• Komunikasi Lingkungan
• Komunikasi tradisional

LaNjUT......

Interaksi Lintas Budaya

Manusia merupakan makhluk yang paling tinggi mobilitasnya sejak awal kehadirannya dimuka bumi Sebagai makhluk sosial, manusia tidak pernah dapat hidup seorang diri. karena Sejak kehadirannya di muka bumi, manusia harus hidup berkelompok dan membina kerjasama dalam menghadapi tantangan beradaptasi terhadap lingkungannya. Dengan demikian, setiap individu tidak bebas dari dan senantiasa terlibat dalam interaksi sosial dengan sesama warga kelompoknya sejak ia dilahirkan. Maka dalam hal ini diperlukan hubungan atau interaksi antar sesamanya, sehingga dari interaksi tersebut akan terbentuk sebuah kelompok sosial.
Mengingat kenyataan sosial tersebut, setiap manusia harus belajar mengenal diri dan lingkungan sosialnya agar ia mampu berinteraksi dengan sesama di sekitarnya secara tertib dan efektif. Sejak dini, setiap manusia mulai belajar tentang berbagai kedudukan dan peran-peran sosial yang melandasi pola-pola interaksi sosial dalam lingkungannya. Pada waktunya ia pun harus mampu memainkan peran-peran sosial sesuai dengan kedudukan-kedudukan sosial yang disandangnya. Keterlibatan dalam interaksi sosial dalam sebagian besar waktunya itu, tanpa disadari telah memperkuat kesadaran akan identitas kelompoknya yang membedakan dengan kelompoknya lainnya.
Kelompok sosial di Indonesia tersebar diberbagai kepulauan nusantara dengan beranekaragam kebudayaan, suku, dan agama. Mobilitas penduduk yang ada di belahan nusantara tersebut cukup tinggi, sebagaimana tercermin dalam toponomi perkampungan menyandang predikat suku bangsa ataupun golongan sosial dikebanyakan perkotaan di Indonesia. Kenyataan ini membuktikan betapa tingginya mobilitas penduduk yang tercermin dalam pola-pola interaksi sosial lintas budaya yang berlangsung dalam kesetaraan.
Setiap kelompok sosial, apapun perwujudannya, telah mengembangkan pola-pola interaksi yang membaku, sehingga dapat menjamin ketertiban interaksi sesama warga. Tapi terdorong oleh kebutuhan hidup yang tidak mungkin dipenuhi dalam lingkungan sendiri, atupun karena dorongan keingintahuan mencari pengalaman baru, maka mereka sering sekali melakukan perjalanan dan terlibat dalam interaksi sosial lintas budaya.
Akibat dari interaksi sosial antar lintas budaya ini, tidak jarang dapat mengubah kepribadian masing-masing suku bangsa atau bahkan akan melahirkan suku-sukubangsa baru sebagai hasil dari asimilasi. Penduduk setempat yang berdatangan dari berbagai tempat dengan keanekaragaman latar belakang kebudayan mereka itu, berhasil menyatukan diri dengan suku bangsa yang didatanginya. Masing-masing suku bangsa maupun golongan yang ada, melepaskan simbol-simbol kesukubangsaan mereka dan kemudian mengembangkan simbol-simbol kesukubangsaan baru.
Namun tidak jarang terjadi interaksi social lintas budaya yang tidak imbang, sehingga menimbulkan kesan adanya dominasi suatu suku bangsa dan kebudayaan tertentu atas suku bangsa ataupun golongan social dan kebudayaan-kebudyaan lainnya.
Kedatangan kebudayan-kebudayaan baru ke sebuah suku bangsa akan memakan kebudayaan yang ada. Inilah yang terjadi pada saat masa colonial. Dimana bangsa-bangsa colonial mengubah segala sistem dan tatanan kehidupan bangsa indonesia dengan pengaruh-pengaruh kebudayaaannya. Mereka mengubah aturan-aturan dan kebudayan yang ada, dengan kebudayaan mereka sehingga apa yang menjadi ciri kepribadian bangsa Indonesia sudah tidak terlihat lagi. Hal ini tentu memberikan perubahan yang cukup besar bagi bangsa Indonesia. Baik itu perubahan yang sifatnya positif maupun perubahan yang sifatnya negative.
Tidak hanya pada masa colonial hal ini tejadi. Pada masa ini, kita juga merasakan hal yang sama dengan diatas. Dimana pola kehidupan bangsa indonesia telah dipengaruhi oleh kehidupan bangsa-bangsa barat. Mulai dari cara berpakaian sampai dengan cara bicara. Pengaruh ini sangat terlihat jelas dalam kehidupan kita, terutama bagi para pemuda dan pelajar. Mereka sudah tidak lagi menggunkn kebudayyan timur mereka. Hal ini tentu berdampak pada semua aspek kehidupan, baik itu dalam bidang ekonomi, politik dan sosial budaya.
Adapun dampak dalam bidang ekonomi adalah kurangnya jumlah produksi bangsa kibat dari penduduk indonesia yang sudah tidak mau lagi menggunkan barang-barang lokal. Mereka lebih senang menggunakn barang-barang impor. Dalam bidang politik, kita bisa lihat bagaimana ketergantungan bangsa kita terhadap bangsa-bangsa barat yang notabenenya sebagai bangsa adidaya, bangsa pendonor terbesar. Dalam bidang sosial budaya seperti yang telah dijelaskan diatas tadi bagaimna perubahan sikap dan tinkah laku serta cara bergaul ank-anak muda. Mereka sudah tidak membawa kebudayan bangsa indonesia sebagai pengatur sikap dan tingkah laku
Perbedaan perubahan pada masa kolonial dan masa se3karang adalah terletak pada bagaiman cara masuknya kebudayaan-kebudayaan baru kedalam kebudayaan bangsa Indonesia. Pada masa kolonial, kebudayaan masuk melelui tekanan dan paksaan dari bangsa kolonial. Tapi pada masa ini masuknya kebudayaan baru ke Indonesia lebih menggunakan media-media atau hasil-hasil produksi
Kebudayaan yang diwariskan sejak nenek moyang kita lenyap akibat pengaruh dari bangsa-bangsa barat sehingga corak kehidupan bangsa kita pun berubah. Indonesia sudah tidak menampkkan ciri kepribadian bangsa yang dulu. Pengadopsian kebudayaan bangsa-bangsa barat lebih ditonjolkan.

LaNjUT......

Untukmu Pemuda


Pemuda adalah Ibrahim
Yang dengan kampaknya menebas leher paganisme
Yang dengan kekuatan argumentasinya menghancurkan
keseimbangan sang tiran
Yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat
kebenaran dibalik rahasia alam semesta
Yang dengan keberaniannya menundukkan panasnya bara api
Yang dengan keteguhan imannya mengarungi sahara yang tidak bertuan
Yang kecintaan pada rabb-nya mengalahkan segala sesuatu
Merelakan semua kemahalan pengorbanan

Pemuda adalah musa
Yang dengan tongkatnya meluluhlantakkan keangkuhan kebodohan
Yang dengan keberanian dan keimanannya membelah lautan merah
Yang dengan kekuatannya membunuh sang angkara
Yang dengan ketegasannya menciptakan sistim kepemimpinan
di tengah kaum yang terpecah belah

Pemuda adalah Isa
Yang dengan ketulusan kasih sayangnya mencairkan kebekuan hati
Yang dengan kelembutannya menumbuhkan kehidupan
Yang pengorbanan tanpa pamrihnya menyinari
kegelapan paradigma materialis
Yang kejernihan hatinya menguak segala rahasia kejahatan



Pemuda adalah Muhammad
Yang didirinya terhimpun segala potensi kebaikan
Yang kekuatan perjuangannya menghancurkan peradaban rendah
untuk kemudian
membangun ketinggian hakikat peradaban kemanusiaan
Yang kecintaan pada rabb-nya membuatnya tak peduli
apapun yang menimpanya
Yang ketinggian akhlaknya membuat hormat dan pujian dari seluruh alam
Yang kecintaan pada ummatnya membuatnya tak tenang istirahat
Yang kezuhudannya telah mengharamkan diri dan keluarganya
Dari obsesi gemilang materi
Yang ketinggian namanya selalu disebut sampai hari kiamat

Pemuda,
Dipundakmu lah tertumpu berjuta harapan
Di dirimu lah terkumpul potensi keutamaan
Di tanganmu lah terlatak penyelesaian permasalahan ummat
Di matamu sinar kan menguak kegelapan
Di perjuanganmu tergantung bangunan ketinggian
Peradaban kemanusia

Pemuda,
Raihlah ketinggian
Gapailah kemuliaan
Temukan hakikat kebahagian
Tegarkan dirimu menghadai badai
Tinggalkan semua kepalsuan dan kesemuan
Menembus batas birunya langit
Karena disanalah akan engkau temui
Rabb-mu yang maha tinggi

LaNjUT......

Menuju Cinta Hakiki


Komitmen kita dalam berdakwah merupakan gambaran komitmen kita dalam beribadah. Ketika kita lemah, malas, atau bahkan meninggalkan dakwah ini, maka seperti itulah cerminan ibadah kita. Periksa kembali ibadah kita. Mungkin ada yang salah didalamnya. Ada yang harus diperbaiki. Selam kembali dasar lautan hati kita sampai kita menemukan Mutiara keteguhan, keikhlasan, dan kesabaran.
Biarkanlah mereka mengatakan jalan dakwah yang kupilih ini adalah jalan yang berat. Namun bagiku, inilah jalan terbaik untuk menuju Kabahagiaan yang hakiki. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini adalah jalan yang penuh duri. Tapi bagiku, tusukan-tusukannya sudah menjadi kenikmatan yang tidak akan pernah mereka rasakan. Biarkan mereka mengatakan bahwa jalan yang kupilih ini adalah api yang akan membakar hangus seluruh tubuhku. Tapi bagiku, Ia sudah menjadi sesuatu yang memberi kesejukan dalam hidupku. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini melelahkan. Tapi bagiku jalan ini adalah seperti oase di padang gersang ketika orang yang melintasinya merasa kehausan. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini akan membuatku miskin. Tapi bagiku, jalan ini menjadikanku merasa orang terkaya di dunia. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini adalah jalan yang membikin linglung. Tapi bagiku, jalan ini telah menjadikanku tegar setegar Bongkahan batu karang yang diterjang Ombak membadai.
Di jalan ini aku telah menemukan Cinta. Cinta suci dan hakiki. Ia telah mengajariku tentang Indahnya berjuang. Ia telah mengajariku tentang kenikmatan berkorban. Ia telah mengajariku tentang kebahagiaan bersabar. Ia telah mengajariku tentang kemanisan lautan ikhlas.
Adakah yang lebih baik di dalam hidup ini selain bekerja sama dengan Allah ? Adakah pekerjaan yang lebih baik di dunia ini selain menjadi Pelayan Allah sang Khalik ? Kalau memang tidak ada, lalu apa yang membuatmu wahai diri untuk tidak melaksanakannya.
Mungkinkah disebabkan karena jaminan laba yang kita dapatkan dalam bentuk harta tidak menjanjikan ? Atau mungkin karena ia tidak akan menjadikan kita manusia terpandang di mata manusia ? atau mungkin juga karena tidak adanya pasilitas kemewahan duniawi yang akan kita peroleh ?
Bukankah Allah telah membeli harta dan Jiwa kita dengan syurganya yang menawan ? Sungguh Maha pemurah Allah Azza Wajalla. Ia memberikan kita modal yang sangat banyak. Modal yang seharusnya kita gunakan untuk “berbinis” di jalanNya. Tapi kemudian Allah membelinya dengan kenikmatan Jannahnya. Padahal seandainya Allah mau, Dia bisa saja mengambil semuanya dari kita tanpa meminta persetujuan kita.
Sungguh beruntung orang-orang yang telah memanfaatkan modalnya dengan baik. Sungguh beruntung orang-orang yang telah berinvestasi di jalan kemuliaan. Karena disana mereka akan terus menemukan keuntungan-keuntungan yang tidak akan mungkin akan tertandingi oleh apapun. Bahkan seluruh langit dan bumi beserta seisinya sekalipun. Butuh kesabaran dan keikhlasan memang untuk memperolehnya.
Sabar dalam beramal, itulah karakter para pejuang. Ikhlas dalam beramal, itulah prinsip para pejuang. Karena sesungguhnya, Sakit didunia akan menjadi kuat ketika kita mengingat keuntungan yang akan kita peroleh di Akhirat nanti. Sedih di dunia akan menjadi kebahagiaan ketika mengingat Syurganya. Penderitaan di dunia menjadi nikmat ketika hanya KeridhaanNya yang kita tuju
Sabarlah dalam berjuang dan berkorban Saudaraku. Ikhlaskan apa yang kita miliki untuk menuju pertemuan denganNya. Pertemuan dengan para Nabi dan Rasul. Pertemuan dengan orang-orang beriman. Pertemuan dengan para pejuang Badar. Pertemuan dengan para Syuhada. Dan Pertemuan dengan Allah yang maha Gagah, Maha Indah dan Maha Sempurn

LaNjUT......

Pengembara Cinta

Ditengah Gurun tak bertuan, seorang Insan mencari makhluk yang bernama Cinta. Ia berjalan tanpa tujuan. Meraung-raung bak anak singa kehilangan induk. Langkah tertatih, lesu mengglayuti tubuh. Sesak menyumpal kerongkongan.
Tidak berdaya. Payah. Ia sudah mengelilingi gurun yang luas itu, tapi belum juga ia temukan makhluk yang bernama cinta. Anak manusia ini kemudian singgah di sebuah pemberhentian. Untuk kemudian melanjutkan pencarian.
Kini ia mencarinya di taman yang Indah. Didalamnya dipenuhi beragam bunga, beraneka warna. Kupu-kupu dengan riang singgah diatasnya mengambil madu yang bunga suguhkan. Sisa-sisa embun yang menempel menambah elok suasana. Kicauan burung yang merdu bermain dan bersembunyi dipohon yang rimbun. Bahkan diantara mereka, ada yang tampak mesra dengan pasangannya. Menyanyikan lagu kebahagiaan. Suara gemercik air anak sungai yang mengalir didalamnya, serasa menyejukkan Raga. Angin dari gunungpun meniup dengan ramahnya. Membawa sejuk yang mendamaikan. Seakan ia mengatakan bahwa ia sangat bahagia. Tapi Insan itu belum juga menemukan makhluk yang bernama Cinta.

Ia kemudian melanjutkan perjalanan. Sekarang Ia berada di tengah laut yang membentang. Air laut yang membiru, tiupan angin menciptakan ombak-ombak kecil. Burung-burung camar asyik bermain diatasnya. Ikan-ikan berenang bebas di dalamnya. Rumput-rumput laut asyik bergoyang melambai dibelai arus yang lembut. Lumba-lumba susu meluncur ke udara berteriak tentang kedamaian. Perahu-perahu nelayan, dan kapal-kapal besar dengan leluasa berlayar dipermukaannya. Sesekali Ombaknya Ia hempaskan di bongkahan batu karang. Menerjang, menari dengan lembutnya. Menciptakan percikan dan genangan-genangan kscil. Tapi insan itu belum juga menemukan makhluk yang bernama cinta.
Kini ai berada dipuncak gunung tertinggi. Melihat pemandanagan yang menakjubkan. Melihat keramaian kota dengan gedung-gedung menjualang, ruas-ruas jalan yang disesaki dengan kendaraan. Melihat hijaunya bumi dangan pohon yang rimbun. Menatap awan yang berkejaran satu sama lain. Membuat langit menjadi marah karena tertutupi. Malihat sunrise yang menebarkan kehangatan. Tapi Cinta belum juga Ia dapatkan.
Hingga Ia Hampir berputus asa.
“Oh Cinta, dimanakah dirimu ? Bagaimanakah rupamu ? Sesungguhnya siapa dirimu ? Katanya engkau luas tak bertepi. Tapi mengapa gurun yang luas belum juga bisa mewakili namamu. Kata mereka engkau sangat indah. Tapi setiap keindahan yang saya temukan, mereka mengaku bukan dirimu. Kata mereka engkau ramah dan riang. Tapi mengapa mereka tetap membisu ketika aku menanyakan dirimu ? Kata mereka engkau tinggi, bisa menjangkau segalanya. Tapi mengapa mereka seolah tidak memperdulikanku ? Dan ternyata setelah saya cari tahu, Sama dengan diriku. Mereka juga sedang mencari dirimu.”
“Lalu dimanakah aku bisa menemukan dirimu ?”
Dan tiba-tiba sebuah makhluk berujar menjawab kegelisahannya.
“Disinilah aku bersemayam. Memberikan ketentraman dan kedamaian di setiap langkahmu. Memberikan rona kebahagiaan di raut wajahmu. Memberi cahaya disetiap gelapmu. Menciptakan senyum di setiap sedihmu. Menyabarkanmu disetiap marahmu. Menguatkanmu di saat engkau merasa lemah. Menjinakkanmu saat engkau mulai liar. Menjadikanmu insan berakhlak, sabar dan ikhlas”
“Inilah aku Cinta. Sebuah rasa yang dititipkan Rabbku di dalam Qalbumu”
Sekarang engkau telah mengetahui diriku. Manfaatkanlah diriku dalam segala kebaikan yang engkau lakukan. Jangan engkau menggunakanku untuk menentang perintah yang telah dititahkan kepadaku. Karena aku takut kepada Penciptaku. Hargailah diriku. Karena sesungguhnya karena akulah engkau akan menemukan dirimu.

LaNjUT......

Berdialaog Dengan Cinta

Suatu waktu, aku bertemu dengan sesuatu yang sangat indah. Takjub. Begitulah suasana untuk menggambarkan diriku disaat itu.
Akupun bertanya
“Siapa dirimu ?”
“Aku adalah Cinta”. Jawabnya dengan lembut dan mendayu. Lebih lembut dari melodi musik ketika Kenshin (Samurai X) meninggalkan kekasihnya Kaury.
“Lalu apa yang kamu lakukan disini ?” Selidikku.
“Aku akan menjerat dirimu, dengan perangkapku. Engkau tidak akan bisa melepaskannya walaupun dengan sekuat kamampuan yang engkau punya. Bahkan Semakin engkau mencoba untuk memberontak, akan semakin erat perangkapku menjeratmu”
“Lalu setelah itu, apa yang akan kamu lakukan ?”

“Aku akan mengurungmu dalam penjara kegelisahan. Di dalamnya engkau akan merasa ketakutan. Dan engkaupun tidak akan bisa keluar darinya. Walupun engkau berteriak dengan jeritan menyayat, tidak akan ada orang yang mendengarkanmu. Kalaupun ada, mereka tidak akan peduli padamu”
“Lalu ?”
“Akan ku cambuk tubuhmu dengan cambuk Penderitaan. Sehingga engkau akan merasakan sakit yang membuat tubuhmu tidak nyaman. Pasrah. Engkau hanya akan bisa merintih memelas, memohon belas kasihan. Ketika engkau ingin mengobatinya, maka tidak ada seorang tabibpun yang mampu membuat obat untuk luka-lukamu”
“Setelah itu?”
“Akan kusirami tubuhmu dengan air Kesengsaraan. Sehingga akan membuat perih sekujur tubuhmu, membuat ngilu tulang-tulangmu. Membuat desiran darahmu terasa berhenti. Sangat pedih. Engkau hanya akan bisa pasrah menerima perlakuan semua itu”
“Apa lagi yang akan kamu perbuat setelah itu ?”
“Setelah itu, aku akan menusuk kepalamu dengan jarum Kerinduan. Kemudian, akan ku peras ia dengan kegelisahan. Sehingga membuatnya menjadi tak beraturan. Menghilangkan kesadaranmu. Berfikir tak rasioanal, menghadirkan perasaan yang mengerikan, menjadikanmu tak nyaman disetiap tidurmu.”
“Aku bisa melakukan segalanya terhadapmu. Membutakan mata, menulikan telinga, menjadikanmu lumpuh, bahkan membuatmu tidak bisa bernapas sekalipun. Tapi cukuplah itu sebagai sedikit gambaran tentang apa yang akan aku perbuat terhadapmu”
“Lalu bagaimana caraku untuk menghindar dari ancamanmu itu ? Tidak adakah jalan untuk berdamai ?”
Pembicaraan hening sejenak.
“Ada. Tapi jangan sekali-kali engkau khianati !”
“Benarkah. Apa itu”
“Taruhlah aku di dalam wadah hatimu. Kelola aku dengan manajemen kelembutan. Pelihara aku dengan kesabaran. Rawat diriku dengan keikhlasan. Sirami aku dengan air mata ketulusan. Jaga diriku dengan kesabaran dan ketaatan. Sehingga Engkau akan merasakan kedamaian. Akupun akan merasa sempurna. Karena pada hakikatnya, kesempurnaanku terletak pada penghambaan diri, kepatuhan, dan ketaatan kepada yang dicintai, yaitu nilai kebenaran.”
“Akan aku lakukan. Tapi siapa sesungguhnya dirimu dan dari mana asalmu ?”
“Sesungguhnya aku ini di ciptakan oleh Sang Pencipta, Allah Ar-Rahman untuk berada dalam diri manusia. Celakalah bagi yang tidak menempatkanku pada rumahku. Dan beruntunglah bagi yang memanfaatkanku dalam jalan kebenaran”
Cinta menutup kata-katanya “Ingat, jangan pernaha meremehkanku dan memperlakukanku dengan dengan tidak baik. Rawat aku. Dan sekali lagi, jangan mengkhianatiku !”

LaNjUT......

Cinta Para Nabi

Karena Cintalah Musa mampu membelah lautan merah dengan tongkatnya. Melawan angkara Fir’aun sang raja tiran.Cinta juga telah mampu merubah tongkatnya menjadi sebuah Naga Raksasa. Ia telah mengalahkan semua penghalang Cinta. Cinta telah meneguhkan keimanannya. Cinta telah membentuk keberaniaannya membunuh sang angkara.
Karena Cintalah Ibrahim menemukan hakikat dibalik semua penciptaan. Cintalah yang telah mengubahnya menjadi remaja pemberani dan menghancurkan paganisme. Cintalah yang telah mendidiknya menjadi orang cerdas kemudian meluluh lantakkan kebodohan dinegerinya. Cintalah yang telah mengubahnya menjadi manusia perkasa dan melantangkan kebenaran ditengah kemunafikan. Cintalah yang telah menjadikannya seorang yang ikhlas mempersembahkan segala sesuatu demi Rabbnya. Karena Cinta, Ia menjadi Insan yang diSayangi Sang Pencipta, sehingga membuat para malaikat cemburu padanya.

Karena Cintalah Isa menjadi seorang yang dikagumi. Cintalah yang telah membuatnya menundukkan panasnya bara Api. Cintalah yang telah membuatnya mampu menghadirkan kehidupan. Cintalah yang telah menjadikan hatinya Jernih sejernih embun pagi. Yang menjadikan orang-orang disekitarnya akan merasakan kesejukan bila bersamanya.
Karena Cintalah Muhammad telah mengubah peradaban kerdil yang bebas nilai menjadi peradaban Agung nan mulia. Cintalah yang menjadikannya Cahaya untuk menyinari kegelapan dunia. Cinta telah menjadikannya lebih mencintai penderitaan di Dunia, dari pada hidup bermeawah-mewahan. Cintalah yang menjadikannya manusia yang mulia. Cintalah yang membuat namanya akan selalu dilapazkan sampai hari kiamat. Cintalah yang telah menjadi akhlaknya dirindukan oleh semua Insan di dunia. Cintalah yang telah membuatnya rela mengorbankan yang ia miliki untuk menuju pertemuan dengan Rabbnya. Cintalah yang telah menjadikan dirinya menjadi Kekasih Allah yang paling disayangi.
Kalau Cinta adalah alasan para Nabi dan Rasul menemukan hakikat penciptaannya, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memanfaatkan cinta yang kita miliki di jalan kebenaran. Kalau Cinta telah menjadikan Para Rasul menjadi legenda dunia yang menyejarah sepanjang hayat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menciptakan sejarah kita sendiri dengan melakukan kerja-kerja besar. Kalau cinta telah menjadikan Para Rasul menjadi manusia yang dicintai oleh Rabbnya, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berusaha mencintai Sang Pencipta Cinta. Kalau Cinta telah menjadikan Para Rasul menjadi manusia paling Mulia, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengejar dan mendapatkan kemuliaan itu.
Cinta adalah alasan para Legendaris melakukan kerja-kerja besar. Karya-karya yang mereka hasilkan merupakan manifestasi dari Cinta yang mereka punya. Begitulah Kalu cinta telah menggenggam diri manusia.

LaNjUT......

Berlarilah Menemukan Hakikat Cinta

Cinta memang berawal dan berakhir kepada Allah. Kalau memang demikian, maka kecintaan kita kepada yang lain merupakan sarana atau jalan untuk meraih CintaNya. Alangkah meruginya hamba yang menjadikan cinta makhluk sebagai cinta yang utama. Alangkah sesatnya seorang hamba yang telah diperbudak oleh cinta selainNya. Padahal seandainya mereka tahu bahwa mereka sedang bermain dengan kesemuan, maka mungkin mereka akan menjauhinya. Atau mungkin saja mereka sadar, tapi keegoan dan kesombongan mereka sebagai makhluk yang lemah talah menjadikannya lupa pada sang pencipta Cinta.
Kapankan sadar wahai diri ? Bukankah dengan mencintai Sang Pencinta akan membuat hati tentram ? Bukankan dengan mencintai Sang Pengasih akan membuat Jiwa damai ? Bukankah dengan mencintai Sang Penyayang, akan membuat diri bahagia ? Bukankah dengan mencinta Dia Yang Maha Indah, akan membuat pikiran jernih, sejernih embun ?
Lalu apa yang membuat diri untuk tidak memilih semua itu ?

Lupakah kita dengan surat Al-Maidah ayat 54 ? Disana Tuhanmu mengungkapkan CintaNya dengan sangat indah. Tiada kalimat Cinta seromantis dan sesuci kalimat ini. Tiada pena yang bisa melukiskan kedalaman makna di dalamnya, walupun ia bertintakan emas. Tiada wadah yang bisa menampung uraiannya ketika kita mencoba untuk menuliskannya. Tiada kata indah yang mampu menyamainya ketika kita mencoba untuk menjelaskannya. Bahkan, seorang penyairpun akan kehabisan ide dan kata-kata ketika ia mencoba untuk menandinginya.
Cinta manakah yang lebih baik dari Cinta Allah ? Kembalilah pada cinta yang hakiki. Carilah Ia. Sehingga disana kita akan menemukan keindahan, kebahagiaan, ketenteraman, kedamaian, dan kesejukan. Kalau kita belum juga merasakannya, mungkin hati kita sedang terkontaminasi.

LaNjUT......