Pemimpin Baru Unhas


Tanggal 24 Januari 2009, Dua organisasi besar di Unhas, melaksanakan hajatan tahunannya. Menggelar acara musyawarah pergantian pemimpin. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Forum Komunikasi Mushalla dan Kerohanian Islam (FKMKI). Tentunya dengan harapan bahwa pemimpin yang akan menjadi nahkoda bahtera organisasi kedepan bisa membawa bahtera itu sampai ke tujuan dengan selamat. Menyelamatkan benyak penumpang di dalamnya.Walupun pasti ditengah perjalanan, bahtera itu akan digoncang dengan ganasnya ombak dan badai. Namun, disinilah letak tantangnnya. Disinilah letak ujiannya. Ombak dan badai itu, akan menguji kekuatan iman kita sebagai hamba. Untuk itu, yang harus diperhatikan untuk mengarungi samudera itu adalah kesiapan dan tekad yang matang.
Yang pertama, mereka harus menentukan tujuan dan Arah pelayaran. Hal ini yang saya sebut sebagai visi dan misi. Karena sesungguhnya Kapal tanpa tujuan, hanya akan berputar-putar di tengan lautan yang luas. Tersesat kahilangan arah. Hingga nahkoda dan para awak kapal, kehilangan tenaga dan semangat dalam mengendalikan kapalnya. Kareana bahtera mereka akan terus berkecamuk dengan dahsyatnya ombak. Walupun mungkin mereka berusaha menghindarinya, namun tidak ada lautan yang tidak ombak. Dan akhirnya, bahtera itu tenggelam ditelan lautan.
Yang kedua, mereka harus mengecek mesin dan para awak kapal. Yang saya maksud disini adalah kualitas SDM yang di dalamnya. Baik secara Ruhiyah (hati dan jiwa), Fikriyah (pikiran), Jasadiyah (Fisik). Mampukah mesin dan para awak kapal itu mengantarkan kapal sampai ke tujuan ? jawabannya adalah tergantung dari bahan bakar apa yang kita gunakan dan seberapa banyak persediaan bahan bakar itu. Selain itu, yang menentukannya adalah seberapa banyak persediaan semua rupa kebutuhan yang dipersiapkan diatas kapal. Cukupkah bekal yang dipersiapkan hingga sampai ke tujuan ?
Semoga bahtera itu bisa dibawa dengan selamat sampai tujuan dengan selamat. Karena yakinlah, bahwa inilah perjalanan yang kita pilih untuk kita lalui menuju keridhaan-Nya. Tujuan yang kita tetapkan dalam perjalanan ini telah menjadikan kita lebih kuat, tabah kokoh dalam menghadapai rintangan apapun.
Tidak mudah memang untuk mencapai tujuan itu. Hempasan ombak yang membadai, terjalnya batu karang menghantam, kerasnya tiupan Topan yang Memporak porandakan, sudah menjadi sebuah kenikmatan. Ini adalah suatu pengabdian dan pengorbanan yang Indah dan mengasyikkan.
Sesungguhnya fitnah/ujian dengan segala bentuknya akan menyingkap hakikat dan menyaring kualitas para rijal dakwah. Mereka yang ikhlas akan tersaring dari mereka yang masih memiliki kemunafikan dalam berjuang. Ingat, fitnah itu sma saja, baik fitnah dalam kenikmatan atau kesulitan. Melalui ujian itulah tabiat iman seorang dapat dilihat
Dan akhirnya, kita hanya bisa berharap dan berdoa semoga Allah Sang Penggenggam Kehidupan memberikan pertolongan kepada kita. Memberikan kekuatan untuk mencapai tujuan itu. Sehingga Allah menurutkan keberkahan dan merahmati perjalanan bahtera itu. Hingga di hari kemudian, perjalanan bahtera itu bisa kita jadikan salah satu alasan untuk memasuki SyurgaNya yang menawan.

“Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka. Dan memasukkan mereka ke dalam syurga yang telah diperkenalkanNya kepada mereka” (QS. 47 : 5-6)
Allah memberikan ganjaran sebesar-besarnya dan derajat setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujiandakwah. Jika cobaan yang diberikan Allah hanya yang biasa-biasa saja, tentu kita tidak akan mendapatkan ganjaran yang hebat. Disitulah letak hikmahnya, bagi kader-kader dakwah agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan sabar di jalan dakwah ini. Maka perjuangan ini tidak boleh ditempuh dengan ketidaksungguhan (KH. Rahmat Abdullah)

Selamat kepada saudara Muhammad Yusuf Saleh (Teknik Sipil 2005) yang telah terpilih sebagai ketua KAMMI Komisariat Unhas yang baru, periode 2008/2009. Dan kepada saudara Ashadin (Fakultas MIPA, Jurusan Fisika) yang terpilih sebagai ketua FKMKI Unhas periode 2008/2009.

Sesungguhnya amanah baru yang didapatkan sekarang, merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT. Amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya di dunia dan di akhirat. Allah telah memilihmu untuk menjadi penolong agamaNya. Hingga Allah akan meneguhkan kedudukanmu di dunia dan di Akhirat.

“Wahai orang-orang yang beriman. Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS. 47 : 7)

0 komentar: