Di Penghujung Jalan Itu

Berjuang di jalan kebenaran, berjihad dengan bersungguh-sungguh secara terus-menerus, tanpa kenal lelah dan mengeluh, ibarat seorang yang sedang berjalan melewati gunung dan hutan. Hingga akhirnya sampailah ia ke tempat tujuan. Tempat indah yang menjadi impiannya.Tempat tujuan yang menjadikan semangat dalam dirinya hidup. Yang selalu menciptakan optimisme dalam setiap langkah dan perjuangannya. Walaupun jarak yang dilaluinya jauh dan berliku. Ataupun banyak duri dan bebatuan tajam yang menghalangi. Meskipun rasa sakit menjamah tubuhnya.
Perjalanan jauh hanya bisa dilakukan dengan kesabaran dan kewaspadaan. Walaupun langkah tertatih dan kaki terasa tidak mampu lagi untuk berjalan. Tapi tertatihnya langkah bukan berarti menghentikan kaki kita untuk terus menapak.
Seperti para pendaki gunung. Mereka senantiasa akan terus berjalan sampai ia menaklukkan hambatan dan rintangan di sepanjang jalan yang mereka telusuri. Mereka diterpa rasa haus. Mereka dihantui kegelapan. Bahkan tidak jarang, banyak hewan buas yang siap memangsa mereka. Alhasil, setelah mereka sampai puncak, kelelahan dan keletihan yang melanda tubuh menjadi tiada terasa. walaupun mereka disambut dengan suhu dingin yang menggigit. Ada bahagia yang datang menggantikan lelah. Ada senyuman menghiasi wajah menggantikan keluh.
Selamanya, tidak akan pernah sama orang-orang yang berjuang dengan orang-orng yang hanya duduk berdiam diri saja. Kebahagiaan dan senyuman hanya bisa dirasakan oleh mereka yang bersungguh-sungguh dalam berjuang. Tidak akan pernah dirasakan oleh mereka yang setengah-setengah dalam berjuang. Tidak akan pernah dirasakan oleh mereka yang banyak mengeluh apalagi mereka yang tidak pernah merasakan perjuangan.
Tapi tentu keteguhan dan konsistensi tidak mudah dilakukan. Siapapun yang ingin konsistensi menuju sebuah tujuan besar, pasti harus melewati berbagai penderitaan, kesulitan, dan keadaan yang tidak disukai. Bahkan walaupun kesulitan dan keadaan yang dihadapi, mengancam jiwa. Tanpa konsistensi, tanpa optimisme, tanpa kesungguhan, target dari suatu tujuan yang ingin diraih, tidak akan berhasil.
Ada Kebahagiaan di Setiap akhir perjuangan !!!

LaNjUT......

Keadilan

Aku berjalan ditengah sunyinya malam
Menembus hitam pekat kegelapan
Menerobos suhu dingin menusuk
Mencari segenggam cahaya keadilan di negeri ini
Keadilan yang selalu dirindukan oleh setiap orang
Keadilan yang dibutuhkan oleh jiwa yang alami
Keadilan yang seharusnya ada pada diri pemimpin negeri ini
Inilah gejolak abdi sepanjang masa
Inilah suara hati yang tulus, kekal, dan murni dari fitrah dasar setiap jiwa di negeri ini

Tapi kini ia telah menghilang entah kemana
Tidak lagi kutemukan keadilan pada pemimpin negeri ini
Ia ditelan kekuasaan yang menggoda
Direnggut keangkuhan yang melahap nurani
Dibelenggu kerakusan di dalam penjara kemunafikan

Yang kutemukan di negeri ini hanyalah keserakahan yang menggerogoti hak-hak rakyat
Bukannya mengayomi atau memberi, tapi merampas kemerdekaan
Bukannya mengasihi, yang terjadi adalah penganiayaan
Bukannya menyantuni, yang terjadi adalah penindasan dan kedzaliman

Bukankah, kedudukan mereka hari ini diberikan atas dasar kepercayaan dari rakyat ?
Lalu dimana mereka simpan semua itu ?
Tidak malukah mereka ?
Tidak adakah tersisa nurani dalam diri pemimpin negeri ini ?
Mengapa mereka selalu mengambil jauh lebih banyak, dari apa yang seharusnya diterima oleh rakyat ?
Akankah negeri ini akan mendapatkan keberkahan ?
Mungkinkah keajaiban itu muncul dinegeri ini ?
Akankah kerinduan ribuan, bahkan jutaan rakyat akan pemimpin yang adil akan terwujud ?
Ataukah orang-orang seperti itu hanya akan kita temukan dalam catatan lembaran sejarah masa lalu ?
Atau hanya akan menjadi dongeng pengantar tidur anak-anak manusia ?

Ya Allah, tidak akan adakah lagi sosok Abu Bakar yang terlahir di negeri ini
Yang selalu memberi ketenangan untuk rakyatnya
Menyejukkan hati ketika memandangnya
Memberi kedamaian dengan kehadirannya
Ikhlas mengabdi kepada rakyat, Allah, dan Rasulnya

Tidak akan adakah lagi sosok Umar bin Khattab yang akan memimpin negeri ini
Yang dengan kezuhudannya, telah memberikan kesejahteraan pada rakyatnya
Yang ketundukan pada Rabbnya, telah mengharamkan diri dan keluarganya untuk hidup bermegah-megahan
Yang kecintaan pada rakyatnya, telah meninggalkan bekas hitam dipundaknya demi memenuhi hak-hak rakyatnya
Yang dengan kesadaran akan amanah, ia melayani dan mengorbankan hidupnya untuk rakyatnya

Ya Allah, inilah harapan dan doa hambamu yang teraniaya zaman di negeri ini
Dengarkanlah jeritan kami.
Rakyat yang terdzalimi, yang akan selalu berharap dan meminta hanya kepadaMu

LaNjUT......