“Kemesraan” Ini Janganlah Cepat Berlalu

“Mulai hari ini, ikatan kepangurusan antara kita sudah berakhir. Status kemas’ulan saya sudah tidak berlaku lagi. Tidak ada lagi sistem komando yang akan mengikat anda. Tidak ada lagi perintah rapat pembahasan kerja-kerja program kerja departemen. Jaringan Komunikasi (Jarkom) resmi dihentikan. Tapi ukhuwah antara kita, tidak akan pernah terputus sampai ruh meninggalkan raga. Bahkan sampai Allah meniadakan kehidupan di dunia ini”
Begitulah kata-kata sms yang tertulis di layar handphonnya. Sms yang dikirimkan oleh salah seorang koordinator Departemen KAMMI Komsat Unhas yang baru didemisioner.
Kebersamaan dalam jalan dakwah ini, merupakan kebersamaan yang dibangun atas dasar kecintaan kita kepada Allah semata. Kebersamaan ini, telah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Perjalanan yang panjang dan berliku. Duri dan kerikill tajam yang bertaburan di dalamnya telah banyak melukai kaki dan tubuh kita. Darah menetes, mengalir meninggalkan sisa-sisa jejak perjalanan. Ditambah lagi dengan bongkahan-bongkahan batu besar yang siap menghimpit dan menggelindingkan tubuh kita. Angin kencang dengan debu-debu kecil dalam jumlah yang banyak telah menghempaskan tubuh kita, meninggalkan perih yang teramat sangat.
Dahaga dan lapar telah menjadi teman perjalanan kita. Lelah dan letih, telah banyak memeras keringat dan otak kita. Langkah tertatih, terseok. Namun semua itu tidak pernah menyurutkan kaki kita untuk berpacu. Sampai akhirnya kita tiba di penghujung jalan. Sampai Syahid menghentikannya. Sampai Allah memberikan Gelar Syuhada kepada para penapak jalan kemuliaan.
Begitulah tabiat jalan yang kita lalui bersama. Di jalan ini kita sama-sama menangis. Di jalan ini kita sama-sama merasakan rasa sakit. Penderitaan dan rasa lelah telah sama-sama kita rasakan. Namun semua itu adalah ujian kekuatan kita. Ujian yang mengokohkan kaki-kaki kita untuk terus melangkah. Ujian yang telah menjadikan raga kita kekar dan terbiasa dengan rintangan ringan maupun berat. Ujian ini juga telah menjadikan Ukhuwah yang semakin erat antara kita. Bukankah sekelompok manusia akan kuat, bersatu, dan saling mencintai satu sama lainnya, ketika mereka merasakan pahit dan manisnya perjuangan bersama ?
Inilah tali pengikat persaudaraan kita menjadi lebih erat karena Allah. Tidak ada satu kekuatan apapun yang mampu melepaskannya. Segala rintangan yang kita lalui bersama akan menjadi kenangan sejarah yang tak kan terlupakan. Ia akan menjadi ingatan untuk menumbuhkan semangat juang kita. Kebersamaan dalam jalan dakwah ini akan menjadi saksi dan alasan untuk memasuki syurga Allah swt.
“Sesungguhnya Allah berfirman di hari kiamat, Dimana orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu ? hari ini aku naungi mereka dengan naunganKu, disaat tidak ada naungan lain selain naunganKu. (HR Muslim)
“Barang siapa yang ingin mencicipi manisnya keimanan, hendaklah ia mencintai seseorang, yang tidak ia cintai kecuali karena Allah” (HR Ahmad)
“Tidaklah seorang hamba Allah mencintai hamba Allah karena Allah, kecuali ia akan dimuliakan oleh Allah”
Perjalanan ini telah mengajarkan kita banyak hal. Yang nantinya akan kita ceritakan kepada generasi berikutnya. Namun, tidak jarang dari perjalanan yang kita lalui ini telah banyak menimbulkan ketidaknyamanan di antara kita. Bisa jadi disebabkan oleh kondisi hati dan jiwa kita yang tidak tenang. Mugkin, masih ada sedikit kotoran di dalamnya.
Tapi rasa/perasaan seperti itu akan terlupakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Inilah keuntungan dan kelebihan kita berada pada perkumpulan orang-orang yang shalih. Selalu ada saudara yang mengingatkan ketika kita melakukan kesalahan. Selalu ada nasihat yang menyadarkan diri kita. Selalu ada penyemangat yang menghadirkan gelora perjuangan di dalam hati kita.
Bertahanlah disini bersama kumpulan para pewaris nabi. Bersama para kekasih allah yang sedang melakukan perjalanan ke syurga. Jangan lagi ada keragu-raguan dalam memasukinya. Karena tidak akan pernah ada kebohongan dan rahasia dalam dakwah ini. karena dakwah ini telah digambarkan seperti terangnya cahaya matahari oleh pendirinya (Hasan Al Banna).
Jangan lagi ada keinginan yang terbersit dalam hati kita untuk keluar dari jalan ini. karena sesungguhnya, kemanisan iman dan persaudaraan hanya akan kita dapatkan ketika kita bersama penapak jalan ini. Biarlah sakit kita tanggung bersama. Dan kebahagiaan kita nikmati bersama. Sampai akhirnya kita bersama-sama merayakan kemenangan kita di dalam syurga Allah yang telah dijanjikan.

1 komentar:

Berawal dari kerendahan Hati mengatakan...

amanah akan terasa lebih ringan jika dilaksanakan secara bersama, untuk itu jagalah selalu ukhuwah sesama saudara kita ^_^