Keadilan

Aku berjalan ditengah sunyinya malam
Menembus hitam pekat kegelapan
Menerobos suhu dingin menusuk
Mencari segenggam cahaya keadilan di negeri ini
Keadilan yang selalu dirindukan oleh setiap orang
Keadilan yang dibutuhkan oleh jiwa yang alami
Keadilan yang seharusnya ada pada diri pemimpin negeri ini
Inilah gejolak abdi sepanjang masa
Inilah suara hati yang tulus, kekal, dan murni dari fitrah dasar setiap jiwa di negeri ini

Tapi kini ia telah menghilang entah kemana
Tidak lagi kutemukan keadilan pada pemimpin negeri ini
Ia ditelan kekuasaan yang menggoda
Direnggut keangkuhan yang melahap nurani
Dibelenggu kerakusan di dalam penjara kemunafikan

Yang kutemukan di negeri ini hanyalah keserakahan yang menggerogoti hak-hak rakyat
Bukannya mengayomi atau memberi, tapi merampas kemerdekaan
Bukannya mengasihi, yang terjadi adalah penganiayaan
Bukannya menyantuni, yang terjadi adalah penindasan dan kedzaliman

Bukankah, kedudukan mereka hari ini diberikan atas dasar kepercayaan dari rakyat ?
Lalu dimana mereka simpan semua itu ?
Tidak malukah mereka ?
Tidak adakah tersisa nurani dalam diri pemimpin negeri ini ?
Mengapa mereka selalu mengambil jauh lebih banyak, dari apa yang seharusnya diterima oleh rakyat ?
Akankah negeri ini akan mendapatkan keberkahan ?
Mungkinkah keajaiban itu muncul dinegeri ini ?
Akankah kerinduan ribuan, bahkan jutaan rakyat akan pemimpin yang adil akan terwujud ?
Ataukah orang-orang seperti itu hanya akan kita temukan dalam catatan lembaran sejarah masa lalu ?
Atau hanya akan menjadi dongeng pengantar tidur anak-anak manusia ?

Ya Allah, tidak akan adakah lagi sosok Abu Bakar yang terlahir di negeri ini
Yang selalu memberi ketenangan untuk rakyatnya
Menyejukkan hati ketika memandangnya
Memberi kedamaian dengan kehadirannya
Ikhlas mengabdi kepada rakyat, Allah, dan Rasulnya

Tidak akan adakah lagi sosok Umar bin Khattab yang akan memimpin negeri ini
Yang dengan kezuhudannya, telah memberikan kesejahteraan pada rakyatnya
Yang ketundukan pada Rabbnya, telah mengharamkan diri dan keluarganya untuk hidup bermegah-megahan
Yang kecintaan pada rakyatnya, telah meninggalkan bekas hitam dipundaknya demi memenuhi hak-hak rakyatnya
Yang dengan kesadaran akan amanah, ia melayani dan mengorbankan hidupnya untuk rakyatnya

Ya Allah, inilah harapan dan doa hambamu yang teraniaya zaman di negeri ini
Dengarkanlah jeritan kami.
Rakyat yang terdzalimi, yang akan selalu berharap dan meminta hanya kepadaMu

0 komentar: