Tulisan di Balik Foto Ibu

Tulisannya Indah, Cantik. Secantik wajahnya. Hanya sedikit goresan. Hanya beberapa kata yang tertulis dibalik fotonya yang sudah usang. Bahkan wajahnya sudah tidak jelas terlihat. Beberapa bagian warna dari foto itu juga sudah luntur karena lembab. Fotonya yang memakai pakaian adat pesta pernikahan berwarna putih sambil memegang nampan di atas bahunya. Ada sedikit hiasan bunga yang sengaja diselipkan di rambutnya. Bahasanya tidak seindah bahasa seorang penyair atau sastrawan. Karena Ibuku hanya lulusan Sekolah Dasar.
Aku tidak pernah melihat tulisannya sebelumnya. Aku pikir Dia tidak bisa menulis. Karena dia hanyalah lulusan SD. Tamat Tsanwiyahpun tidak. Aku hanya duduk terdiam membacanya. Buliran-buliran bening jatuh membaca tulisan itu. Terharuku membuncah. Tidak ada kata yang bisa aku ucapkan. Dibalik fotonya tulisan itu terukir indah. Tulisan terakhir untuk anaknya. Untukku dan adik-adikku. Tulisan dan pesan terakhir yang ditinggalkannnya.
Di akhir kalimat-kalimat itu, tertera nama-nama anaknya. Aku dan adik-adikku. Aku tersenyum ketika aku melihat namaku. Dede Lestari. Nama yang tidak aku tau dari mana datangnya. Ah, mungkin ibuku sendiri tidak tau nama panjangku. Makanya diganti saja seperti itu.
Yang aku bingungkan adalah tanggal yang tertera didalamnya. 1996. Apakah mungkin tulisan itu ditulis pada tahun itu ? Aku tidak tau.

TH : 1996
Juniati
Lekor, Jeneper Loteng
Jaman jeleng, Tahun 1996 M
Oh, anak-anakku, simpanlah !
Gambarku ini jangan kau
Sia-siakan. Lemaq mate,
Ndeq’ arak taoq gitaq.
Ingat-ingatlah anak-anakku. Okay.....
1. Dede Lestari
2. Aktris Monica
3. Pakrur Rozy
4. Aulia
Juniati
Lekor /13/2/1996


Note : jeleng = miskin
Lemaq = Besok
Mate = Mati
Ndek’ = Tidak
Araq = Ada
Taoq = Tempat
Gitaq = Lihat

1 komentar:

Berawal dari kerendahan Hati mengatakan...

bahasa daerahnya org lombok bgitu ya ternyata...hehhehe...lucu juga :D